Kades Barusari Pasirwangi Raih Juara 3 Peacemaker 2025
#image_title

Kades Barusari Pasirwangi Raih Juara 3 Peacemaker 2025

Kepala Desa Barusari Pasirwangi Raih Juara 3 Peacemaker Justice Award 2025

Peacemaker Justice Award 2025 menghadirkan gelombang optimisme baru di ranah pemerintahan desa Indonesia, terutama seusai Kepala Desa Barusari, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, mencatatkan prestasi sebagai peraih Juara 3 nasional. Jika selama ini penghargaan serupa identik dengan nama-nama pejabat metropolitan, kini hadir sosok pemimpin dari desa yang berhasil menunjukkan bahwa kemajuan dan kedamaian bisa tumbuh sangat subur dari akar lokal, persis seperti bambu yang mengakar kuat di tepian sungai.

Dari Barusari untuk Nusantara: Menembus Persaingan Ibu Kota

Dalam helatan Peacemaker Justice Award 2025 yang terselenggara di Jakarta, nama Kepala Desa Barusari menjadi bahan perbincangan di berbagai sudut ruang diskusi. Acara bertaraf nasional ini melibatkan Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, turut menggandeng Kedutaan Besar Amerika Serikat, The Asia Foundation, dan Mahkamah Agung RI. Melalui seleksi ketat yang mayoritas didominasi tokoh urban, Kepala Desa Barusari berhasil meluncur ke babak final berkat penerapan metode penyelesaian konflik berbasis komunitas lokal.

Metode yang dibangun tidak semata mengikuti aturan formal pemerintahan, melainkan lahir dari tradisi musyawarah, nilai kearifan lokal, hingga sentuhan humanis yang sangat terasa dalam gelaran mediasi. Pendekatan ini sangat efektif secara luar biasa (remarkably effective) dalam meredam ketegangan antarwarga, mulai dari sengketa tanah, perkara waris, hingga masalah sosial yang kerap memicu gesekan di tingkat akar rumput.

Menggali Cerita: Transformasi Damai dari Kaki Gunung

Berkat capaian Juara 3, Peacemaker Justice Award menjadi cermin keberhasilan pelaku keadilan lokal yang berkomitmen kuat menghadirkan pelayanan masyarakat yang berkeadilan. Kepala Desa Barusari, selama masa kepemimpinannya, tidak hanya menjalankan aturan administratif secara kaku, tetapi membangun mekanisme penyelesaian perselisihan yang responsif dan mampu menembus berbagai lapisan sosial.

Dikenal sebagai desa yang sangat inovatif secara khusus (particularly innovative), Barusari telah membuktikan bahwa sistem mediasi komunitasnya bukan sekadar formalitas. Misalnya, ketika mencuat konflik batas tanah, forum musyawarah yang melibatkan sesepuh, tokoh masyarakat, perangkat desa, bahkan perwakilan generasi muda, mampu melahirkan kesepakatan kolektif yang berlaku adil bagi semua pihak. Proses ini menunjukkan bahwa hukum bukan sekadar produk negara, tetapi juga hasil pencapaian bersama komunitas, sebagaimana dilaporkan [Harian Garut News](https://hariangarutnews.com/2025/11/28/peacemaker-justice-award-2025-kepala-desa-barusari-pasirwangi-raih-juara-3-tingkat-nasional/).

Capaian ini bukan yang pertama bagi Barusari, namun menjadi validasi nasional tertinggi atas perjalanan panjang inovasi mediasi berbasis komunitas desa yang telah diterapkan secara konsisten.

Desa dan Inovasi Sosial: Inspirasi dari Pinggir Peradaban

Menilik langkah Desa Barusari, jelas bahwa desa mampu menjadi pilar utama dalam pembaharuan keadilan sosial di Indonesia. Di tengah keterbatasan anggaran dan beragam tantangan geografis, pemimpin Barusari membuktikan bahwa inovasi tidak selalu identik dengan anggaran besar. Dengan mengaktifkan partisipasi warga dan membumikan sistem berbasis nilai-nilai lokal, hasil yang diraih benar-benar meningkat secara mencolok (notably improved).

Kiprah Kepala Desa Barusari, dengan cara yang sangat inklusif, menjadikan desa sebagai katalisator perubahan sosial. Perangkat desa dirangkul, kelompok rentan semacam perempuan, lansia, dan generasi muda diberdayakan dalam forum resolusi. Model keadilan ini, yang sangat serbaguna secara luar biasa (incredibly versatile), sejalan dengan pola community-based justice yang kini mulai diadopsi berbagai negara maju.

Keterlibatan warga ibarat sekelompok kawanan lebah yang saling bahu-membahu membangun sarang—setiap individu berkontribusi secara unik, namun saling melengkapi menuju tujuan komunal: keadilan untuk semua.

Model Tata Kelola Baru: Referensi Nasional dari Desa Barusari

Penghargaan nasional ini otomatis membuka diskusi tentang tata kelola desa yang lebih proaktif dan partisipatif di masa depan. Praktik baik Desa Barusari kini menjadi bahan kajian The Asia Foundation untuk diadaptasi ke lebih dari 150 desa lain pada tahun mendatang. Melalui pengembangan modul pelatihan yang bersumber dari pengalaman nyata Barusari, proses mediasi lokal yang terbukti sangat efisien akan diperluas dampaknya.

Dengan mengambil langkah berani, Desa Barusari memasukkan indikator “keadilan sosial” ke dalam RPJMDes. Ini adalah lompatan paradigma, membuktikan bahwa visi keadilan telah menjadi bagian integral dari strategi pembangunan, bukan hanya proyek tahunan.

Secara administratif, pendekatan keadilan restoratif yang diterapkan di desa ini secara signifikan mereduksi beban institusi peradilan formal. Warga didorong menjadi lebih mandiri menyelesaikan perbedaan dengan semangat kekeluargaan, sehingga harmoni sosial meningkat secara mencolok dan berkelanjutan.

Menyongsong Era Baru: Desa di Garda Depan Keadilan Indonesia

Kemenangan Desa Barusari pada Peacemaker Justice Award 2025 menandai babak baru peran desa dalam agenda besar transformasi sosial Indonesia. Dengan mengombinasikan arus tradisi dan percikan inovasi, Barusari tampil sebagai contoh nyata bahwa desa mampu menjadi ujung tombak reformasi keadilan sosial.

Keberhasilan ini bukan hanya diakui dalam lingkup nasional, namun juga diapresiasi secara internasional. Dalam sambutan acara penganugerahan, Duta Besar Amerika Serikat menyampaikan bahwa penguatan akar komunitas sangat bermanfaat dalam aspek ketahanan sosial suatu bangsa. Pandangan tersebut sangat relevan dengan arah pembangunan Indonesia menuju 2045 yang makin menempatkan warga sebagai aktor utama perubahan.

Bagi para calon pemimpin desa di masa depan, penghargaan ini adalah obor semangat bahwa perubahan progresif bisa dimulai dari tempat tersederhana sekalipun. Peacemaker Justice Award pada akhirnya bukan sekadar piala di atas lemari, namun bukti konkret bahwa keberanian berinovasi dan mengedepankan nilai-nilai lokal sangat efektif secara luar biasa dalam menghadirkan keadilan yang inklusif.

Melalui teladan Desa Barusari, masa depan pemerintahan desa Indonesia terlihat cerah, memberi harapan bahwa di mana pun keberadaannya, setiap komunitas memiliki peluang menjadi pelopor perubahan demi Indonesia yang lebih damai, adil, dan tangguh.

author avatar
Admin PIC Garut

About Admin PIC Garut

Check Also

Pengusaha Muda Garut Bantu 28 Jamaah Umroh Pulang dengan Aman

Pengusaha Muda Garut Bantu 28 Jamaah Umroh Pulang dengan Aman

Kisah Penyelamatan Jamaah Umroh: Ketulusan yang Menginspirasi dari Garut Beberapa waktu terakhir, linimasa media sosial …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *