Pemkab Garut Siap Penuhi Kebutuhan PMT Bagi Balita Stunting Selama 90 Hari

By: Dinas Komunikasi dan Informatika
Kamis, 04 Agustus 2022
Dibaca: 24

Pemkab Garut Siap Penuhi Kebutuhan PMT Bagi Balita Stunting Selama 90 Hari

Selain dianggarkan 6 miliar miliar rupiah, Pemkab Garut juga akan menyiapkan 20 motor dengan desain khusus untuk mobilitas PMT

GARUT, Tarogong Kaler  – Dalam rangka implementasi program T.O.S.S (Temukan, Obati, Sayangi, balita Stunting), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut akan melaksanakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita stunting hasil dari Bulan Pencarian Stunting (BPS) yang telah dilakukan pada bulan Juni lalu.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, dr. Tri Cahyo Nugroho saat diwawacarai pada kegiatan Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Garut, di Ballroom Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Rabu (3/8/2022).

“Setelah kita menemukan balita stunting, kita akan melakukan upaya-upaya obati, dan kami dari dinas kesehatan diamanati Pak Bupati anggaran untuk membelikan PMT berupa telur dan susu, dan mudah mudahan minggu ini minggu depan barang sudah berdatangan,” ucap dr. Tri.

Pihaknya merencanakan pendistribusian PMT tersebut secara cepat ke sasaran balita stunting untuk tiga bulan ke depan. Ia berharap, dengan didampingi oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang telah dibentuk oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPKBPPPA) Garut, PMT tersebut bisa dikonsumsi anak dengan baik sehingga angka stunting di Kabupaten Garut dapat menurun.

“Pemberian PMT itu dilakukan tiga sampai enam bulan, jadi setelah tiga bulan kita evaluasi hasilnya, kalau secara teori mengapa kita pilih telur dan susu? Kan dasarnya adalah riset yang dilakukan oleh orang lain, dalam pemberian tiga sampai enam bulan stunting akan turun sampai 47%, tapi syaratnya betul-betul dikonsumsi oleh balita (stunting) itu,” lanjutnya.

Ia memaparkan, adanya tim pendamping ini sangat penting untuk mengawasi apakah balita stunting mengkonsumsi PMT yang telah diberikan, salah satunya yaitu melakukan pengawasan secara online melalui grup Whatsapp.

“Jadi yang sudah dilakukan oleh tim pendamping keluarga dan Puskesmas salah satunya adalah ibu yang mempunyai handpone difotokan pada saat anaknya makan (PMT) difotokan, dikirimkan ke tim pendamping keluaraga,” katanya.

Pada 90 hari diawal pemberian PMT ini, imbuhnya, akan diberikan telur sebanyak 30 butir serta susu 400 gram sebanyak 3 kotak, di mana susu tersebut merupakan susu PKMK (Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus) yang merupakan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

“Susu khusus ya, susu khusus yang PKMK rekomendasi dari Kementerian Kesehatan yang kita pilihkan nilai gizinya lebih bagus, dan memang diperuntukkan untuk intervensi stunting, yang kedua daya serapnya tinggi dan risiko diarenya rendah, karena hampir non laktosa, sehingga harapannya pemberian susu tidak menimbulkan mencret buat balita,” tandasnya.

Berdasarkan keterangannya, PMT ini menyasar sekitar 8 ribu balita stunting di Kabupaten Garut, dengan anggaran yang disiapkan kurang lebih 6 miliar rupiah. Selain itu, Pemkab Garut juga akan menyiapkan 20 motor dengan desain khusus untuk mobilitas PMT ini.


Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, dr. Tri Cahyo Nugroho saat diwawacarai pada kegiatan Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Garut, di Ballroom Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Rabu (3/8/2022). (Foto: Nijma Tazkiyatun Nafsi/ Muhamad Azi Zulhakim/ Diskominfo Garut)


Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, menyerahkan PMT kepada balita di Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (30/6/2022). (Foto: Dok. Diskominfo Garut)

Penulis : Nindi Nurdiyanti

Penyunting : Yanyan Agus Supianto




Komentar
Isi Komentar