Kamis , April 18 2024

Apa Nabi Mempunyai Sifat Sebagaimana Manusia Jelaskan Pendapatmu

 

Apa Nabi Mempunyai Sifat Sebagaimana Manusia?

Nabi adalah manusia pilihan Allah SWT yang diberi wahyu untuk menyampaikan risalah-Nya kepada umat manusia. Nabi memiliki sifat-sifat yang mulia dan terpuji, serta terbebas dari dosa dan kesalahan. Namun, apakah nabi juga memiliki sifat-sifat sebagaimana manusia biasa?

Pandangan Ahlus Sunnah wal Jamaah

Menurut Ahlus Sunnah wal Jamaah, nabi memiliki sifat-sifat sebagaimana manusia biasa, kecuali dalam hal kenabian dan kerasulan. Hal ini didasarkan pada beberapa dalil, antara lain:

  • Al-Qur’an

Allah SWT berfirman dalam surat Al-An’am ayat 83:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

Artinya: “Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa: “Tiada ilah (yang berhak disembah) melainkan Aku, maka sembahlah Aku.”

Ayat ini menunjukkan bahwa nabi adalah manusia yang diberi wahyu oleh Allah SWT. Namun, wahyu tersebut tidak menjadikan nabi sebagai makhluk yang sempurna dan tidak memiliki kekurangan.

  • Hadits

Nabi Muhammad SAW bersabda:

أَنَا بَشَرٌ إِذَا غَضِبْتُ فَاعْرِفُوا غَضَبِي

Artinya: “Aku adalah manusia, jika aku marah maka kenalilah kemarahanku.”

Hadits ini menunjukkan bahwa nabi juga dapat merasakan emosi manusia, seperti marah.

  • Logika

Jika nabi tidak memiliki sifat-sifat sebagaimana manusia biasa, maka tidak mungkin ia dapat berhubungan dan berkomunikasi dengan manusia. Nabi juga tidak mungkin dapat memahami dan menyampaikan risalah Allah SWT kepada umat manusia.

Pendapat Saya

Saya setuju dengan pandangan Ahlus Sunnah wal Jamaah bahwa nabi memiliki sifat-sifat sebagaimana manusia biasa. Hal ini didasarkan pada dalil-dalil yang telah disebutkan di atas.

Nabi adalah manusia yang telah dipilih oleh Allah SWT untuk menjadi rasul-Nya. Nabi memiliki sifat-sifat yang mulia dan terpuji, serta terbebas dari dosa dan kesalahan. Namun, nabi juga memiliki sifat-sifat sebagaimana manusia biasa, seperti makan, minum, tidur, dan merasakan emosi.

Keberadaan sifat-sifat manusiawi pada diri nabi menunjukkan bahwa nabi adalah sosok yang dekat dengan manusia. Nabi dapat memahami dan merasakan apa yang dialami oleh manusia. Hal ini dapat membantu nabi dalam menyampaikan risalah Allah SWT kepada umat manusia.

Selain itu, keberadaan sifat-sifat manusiawi pada diri nabi juga menunjukkan bahwa nabi adalah sosok yang sederhana dan tidak sombong. Nabi tidak menganggap dirinya sebagai makhluk yang sempurna, melainkan sebagai manusia biasa yang telah dipilih oleh Allah SWT untuk menjadi rasul-Nya.