Kraepelin Test

Tes Kraepelin: Pengertian, Tujuan, Cara Kerja, dan Interpretasi Hasil

Tes Kraepelin adalah salah satu jenis tes psikologi yang digunakan untuk mengukur beberapa aspek psikologis, seperti:

  • Konsentrasi
  • Ketelitian
  • Ketahanan terhadap kelelahan
  • Daya tahan prima
  • Kecepatan kerja

Tes ini dikembangkan oleh seorang psikiater asal Jerman bernama Emil Kraepelin pada awal abad ke-20. Awalnya, tes ini digunakan untuk mendiagnosis gangguan jiwa, terutama penyakit Alzheimer. Namun, seiring dengan perkembangannya, tes Kraepelin juga mulai digunakan untuk keperluan seleksi dan penempatan kerja.

Pengertian Tes Kraepelin

Tes Kraepelin terdiri dari selembar kertas yang berisi deretan angka satuan antara 0 sampai 9 yang disusun secara acak. Tugas testee adalah menjumlahkan dua angka terdekat dalam lembar tes itu selama waktu yang ditentukan.

Tes Kraepelin biasanya terdiri dari 45 lajur angka, masing-masing dengan 60 angka. Setiap lajur dikerjakan dalam waktu 1 menit. Jadi, total waktu pengerjaan tes Kraepelin adalah 270 menit.

Tujuan Tes Kraepelin

Tes Kraepelin memiliki beberapa tujuan, yaitu:

  • Untuk mengukur kemampuan konsentrasi testee.
  • Untuk mengukur kemampuan ketelitian testee.
  • Untuk mengukur kemampuan ketahanan terhadap kelelahan testee.
  • Untuk mengukur kemampuan daya tahan prima testee.
  • Untuk mengukur kemampuan kecepatan kerja testee.

Cara Kerja Tes Kraepelin

Tes Kraepelin dilakukan dengan cara berikut:

  1. Testee diberikan lembar tes Kraepelin.
  2. Testee diminta untuk menjumlahkan dua angka terdekat dalam lembar tes itu selama waktu yang ditentukan.
  3. Testee harus menuliskan hasil penjumlahan di sebelah kanan di antara kedua angka tersebut.
  4. Testee harus terus melanjutkan proses penjumlahan hingga waktu habis.

Interpretasi Hasil Tes Kraepelin

Hasil tes Kraepelin diinterpretasikan berdasarkan beberapa aspek, yaitu:

  • Kecepatan kerja

Kecepatan kerja diukur dengan menghitung jumlah angka yang berhasil dijumlahkan oleh testee dalam waktu tertentu. Semakin banyak angka yang berhasil dijumlahkan, maka semakin tinggi kecepatan kerja testee.

  • Ketelitian
Baca Juga  Terjadinya Ketidakadilan Dalam Wilayah Pengadilan Di Indonesia Disebabkan

Ketelitian diukur dengan menghitung jumlah kesalahan yang dilakukan oleh testee dalam proses penjumlahan. Semakin sedikit kesalahan yang dilakukan, maka semakin tinggi ketelitian testee.

  • Konsentrasi

Konsentrasi diukur dengan menghitung fluktuasi hasil penjumlahan testee. Jika hasil penjumlahan testee cenderung fluktuatif, maka dapat dikatakan bahwa testee memiliki konsentrasi yang rendah.

  • Ketahanan terhadap kelelahan

Ketahanan terhadap kelelahan diukur dengan menghitung penurunan hasil penjumlahan testee seiring dengan berjalannya waktu. Jika hasil penjumlahan testee cenderung menurun, maka dapat dikatakan bahwa testee memiliki ketahanan terhadap kelelahan yang rendah.

  • Daya tahan prima

Daya tahan prima diukur dengan menghitung hasil penjumlahan testee pada lajur-lajur awal. Jika hasil penjumlahan testee pada lajur-lajur awal lebih tinggi daripada hasil penjumlahan pada lajur-lajur akhir, maka dapat dikatakan bahwa testee memiliki daya tahan prima yang tinggi.

Keterbatasan Tes Kraepelin

Tes Kraepelin memiliki beberapa keterbatasan, yaitu:

  • Tes ini hanya mengukur beberapa aspek psikologis saja, sehingga tidak dapat memberikan gambaran yang lengkap tentang kepribadian dan kemampuan seseorang.
  • Tes ini memiliki tingkat subjektivitas yang tinggi, sehingga interpretasi hasil tes dapat berbeda-beda tergantung pada penilai.

Tips Mengerjakan Tes Kraepelin

Berikut adalah beberapa tips untuk mengerjakan tes Kraepelin:

  • Berlatihlah mengerjakan tes Kraepelin sebelum mengikuti tes sesungguhnya.
  • Fokuslah pada proses penjumlahan dan jangan terlalu memikirkan hasil akhir.
  • Jika Anda membuat kesalahan, segera perbaiki kesalahan tersebut.
  • Jangan ragu untuk meminta bantuan kepada pengawas tes jika Anda mengalami kesulitan.

Kesimpulan

Tes Kraepelin adalah salah satu jenis tes psikologi yang digunakan untuk mengukur beberapa aspek psikologis, seperti konsentrasi, ketelitian, ketahanan terhadap kelelahan, daya tahan prima, dan kecepatan kerja. Tes ini memiliki beberapa keterbatasan, tetapi tetap dapat memberikan informasi yang berguna bagi proses seleksi dan penempatan kerja.

Baca Juga  Nonton Doom At Your Service Sub Indo

About

Check Also

Kunci Jawaban Detik Detik Sd 2020 Pkn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *