Niat Sholat Ashar: Panduan untuk Melaksanakan Ibadah dengan Benar

Sholat ashar adalah salah satu dari lima sholat wajib yang harus dilaksanakan oleh umat Islam. Sholat ini dilaksanakan pada waktu sore hari, setelah matahari tergelincir ke ufuk barat. Sebelum melaksanakan sholat ashar, terlebih dahulu seorang muslim harus membaca niat shalat ashar.

Niat sholat ashar dibaca dalam hati sebelum memulai sholat. Niat ini berisi tentang tujuan dan keikhlasan dalam melaksanakan shalat ashar. Berikut ini adalah bacaan niat sholat ashar yang benar:

Setelah membaca niat sholat ashar, dilanjutkan dengan melaksanakan gerakan sholat sesuai dengan ketentuan. Sholat ashar terdiri dari empat rakaat, dengan tata cara pelaksanaan yang sama seperti sholat wajib lainnya.

niat sholat ashar

Niat sholat ashar wajib dibaca sebelum memulai ibadah.

  • Dibaca dalam hati.
  • Mengungkapkan tujuan dan keikhlasan.
  • Waktu: setelah matahari tergelincir ke barat.
  • Jumlah rakaat: 4 rakaat.
  • Tata cara: sama seperti sholat wajib lainnya.
  • Bacaan niat: “Ushalli fardhal ‘ashri arba’a raka’aatin lillahi ta’ala.”
  • Iringi dengan gerakan sholat sesuai ketentuan.

Dengan memahami niat dan tata cara sholat ashar, umat Islam dapat melaksanakan ibadah dengan benar dan khusyuk.

Dibaca dalam hati.

Niat sholat ashar dibaca dalam hati, tidak dilafadzkan dengan suara keras. Hal ini berdasarkan pada hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, yang artinya:

“Sesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung pada niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya.”

Hadits tersebut menunjukkan bahwa niat adalah hal yang sangat penting dalam beribadah. Niat harus diniatkan dengan ikhlas karena Allah SWT, tanpa ada maksud riya’ atau ingin dilihat oleh orang lain.

Oleh karena itu, niat sholat ashar harus dibaca dalam hati dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Umat Islam harus benar-benar memahami makna dari bacaan niat tersebut, sehingga dapat melaksanakan sholat ashar dengan khusyuk dan diterima oleh Allah SWT.

Membaca niat sholat ashar dalam hati juga merupakan salah satu cara untuk menjaga kekhusyukan dalam sholat. Ketika niat dibaca dengan suara keras, maka perhatian seseorang akan terpecah antara bacaan niat dan gerakan sholat. Hal ini dapat mengurangi kekhusyukan dalam sholat dan membuat ibadah menjadi kurang sempurna.

Mengungkapkan tujuan dan keikhlasan.

Niat sholat ashar harus mengungkapkan tujuan dan keikhlasan dalam melaksanakan ibadah. Tujuan dari sholat ashar adalah untuk memenuhi perintah Allah SWT dan mencari ridho-Nya. Sedangkan keikhlasan berarti melaksanakan sholat ashar semata-mata karena Allah SWT, tanpa mengharapkan pujian atau balasan dari manusia.

  • Tujuan sholat ashar:

    Tujuan sholat ashar adalah untuk memenuhi perintah Allah SWT dan mencari ridho-Nya. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 43, yang artinya:

    “Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’.”

  • Keikhlasan dalam sholat ashar:

    Keikhlasan dalam sholat ashar berarti melaksanakan sholat semata-mata karena Allah SWT, tanpa mengharapkan pujian atau balasan dari manusia. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, yang artinya:

    “Sesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung pada niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya.”

  • Niat sholat ashar yang benar:

    Niat sholat ashar yang benar harus mengungkapkan tujuan dan keikhlasan dalam melaksanakan ibadah. Berikut ini adalah bacaan niat sholat ashar yang benar:

    “Ushalli fardhal ‘ashri arba’a raka’aatin lillahi ta’ala.”

    Artinya: “Saya niat sholat fardhu ashar empat rakaat karena Allah Ta’ala.”

  • Tata cara melaksanakan sholat ashar:

    Setelah membaca niat sholat ashar, dilanjutkan dengan melaksanakan gerakan sholat sesuai dengan ketentuan. Sholat ashar terdiri dari empat rakaat, dengan tata cara pelaksanaan yang sama seperti sholat wajib lainnya.

Dengan memahami tujuan dan keikhlasan dalam sholat ashar, umat Islam dapat melaksanakan ibadah dengan benar dan khusyuk. Semoga Allah SWT menerima ibadah sholat ashar kita dan memberikan pahala yang berlimpah.

Waktu: setelah matahari tergelincir ke barat.

Sholat ashar dilaksanakan pada waktu sore hari, setelah matahari tergelincir ke barat. Batas waktu awal sholat ashar adalah ketika matahari mulai tergelincir dari ufuk barat, yaitu ketika bayangan benda lebih panjang dari benda itu sendiri. Sedangkan batas waktu akhir sholat ashar adalah ketika matahari terbenam.

Waktu terbaik untuk melaksanakan sholat ashar adalah pada saat matahari masih tinggi, yaitu sekitar 15-30 menit setelah matahari tergelincir ke barat. Hal ini karena pada saat itu, udara masih terang dan tidak terlalu panas. Namun, jika seseorang tidak sempat melaksanakan sholat ashar pada waktu tersebut, maka ia masih dapat melaksanakan sholat ashar hingga matahari terbenam.

Bagi umat Islam yang sedang dalam perjalanan atau bekerja, mereka dapat melaksanakan sholat ashar secara jamak dengan sholat dzuhur. Jamak sholat berarti menggabungkan dua sholat wajib dalam satu waktu. Cara melaksanakan jamak sholat ashar dengan sholat dzuhur adalah sebagai berikut:

  1. Niat sholat dzuhur dan ashar secara bersamaan.
  2. Mengerjakan sholat dzuhur terlebih dahulu, yaitu sebanyak 4 rakaat.
  3. Setelah selesai sholat dzuhur, dilanjutkan dengan sholat ashar, yaitu sebanyak 4 rakaat.

Dengan memahami waktu pelaksanaan sholat ashar, umat Islam dapat melaksanakan ibadah dengan benar dan tepat waktu.

Selain itu, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunnah di waktu ashar. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang mengerjakan sholat ashar, maka ia akan diberi pahala seperti pahala haji mabrur.” (HR. Tirmidzi).

Jumlah rakaat: 4 rakaat.

Sholat ashar terdiri dari empat rakaat, sama seperti sholat wajib lainnya. Setiap rakaat terdiri dari beberapa gerakan, yaitu berdiri, rukuk, sujud, dan duduk. Berikut ini adalah rincian gerakan sholat ashar empat rakaat:

  • Rakaat pertama:

    – Berdiri tegak dengan kedua kaki rapat dan pandangan lurus ke depan.
    – Niat sholat ashar dalam hati.
    – Mengucapkan takbiratul ihram, yaitu “Allahu Akbar”.
    – Membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek lainnya.
    – Rukuk dengan membungkukkan badan hingga punggung sejajar dengan lantai.
    – I’tidal, yaitu berdiri tegak kembali setelah rukuk.
    – Sujud dengan meletakkan dahi, kedua tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki di lantai.
    – Duduk di antara dua sujud.
    – Sujud kembali.
    – Duduk tasyahud akhir.
    – Membaca doa tasyahud akhir.
    – Mengucapkan salam, yaitu “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh” sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.

  • Rakaat kedua:

    – Berdiri tegak kembali setelah duduk tasyahud akhir.
    – Membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek lainnya.
    – Rukuk dengan membungkukkan badan hingga punggung sejajar dengan lantai.
    – I’tidal, yaitu berdiri tegak kembali setelah rukuk.
    – Sujud dengan meletakkan dahi, kedua tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki di lantai.
    – Duduk di antara dua sujud.
    – Sujud kembali.
    – Duduk tasyahud akhir.
    – Membaca doa tasyahud akhir.
    – Mengucapkan salam, yaitu “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh” sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.

  • Rakaat ketiga:

    – Berdiri tegak kembali setelah duduk tasyahud akhir.
    – Membaca surat Al-Fatihah saja.
    – Rukuk dengan membungkukkan badan hingga punggung sejajar dengan lantai.
    – I’tidal, yaitu berdiri tegak kembali setelah rukuk.
    – Sujud dengan meletakkan dahi, kedua tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki di lantai.
    – Duduk di antara dua sujud.
    – Sujud kembali.
    – Duduk tasyahud akhir.
    – Membaca doa tasyahud akhir.

  • Rakaat keempat:

    – Berdiri tegak kembali setelah duduk tasyahud akhir.
    – Membaca surat Al-Fatihah saja.
    – Rukuk dengan membungkukkan badan hingga punggung sejajar dengan lantai.
    – I’tidal, yaitu berdiri tegak kembali setelah rukuk.
    – Sujud dengan meletakkan dahi, kedua tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki di lantai.
    – Duduk di antara dua sujud.
    – Sujud kembali.
    – Duduk tasyahud akhir.
    – Membaca doa tasyahud akhir.
    – Mengucapkan salam, yaitu “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh” sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.

Demikianlah rincian gerakan sholat ashar empat rakaat. Setelah selesai melaksanakan sholat ashar, dianjurkan untuk membaca doa setelah sholat ashar.

Tata cara: sama seperti sholat wajib lainnya.

Tata cara sholat ashar pada dasarnya sama dengan tata cara sholat wajib lainnya. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tata cara sholat ashar:

  • Niat:

    Sebelum memulai sholat ashar, terlebih dahulu harus membaca niat sholat ashar dalam hati. Bacaan niat sholat ashar yang benar adalah “Ushalli fardhal ‘ashri arba’a raka’aatin lillahi ta’ala”, yang artinya “Saya niat sholat fardhu ashar empat rakaat karena Allah Ta’ala.”

  • Takbiratul ihram:

    Setelah membaca niat, dilanjutkan dengan takbiratul ihram, yaitu mengucapkan “Allahu Akbar” sambil mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan telinga. Takbiratul ihram menandai dimulainya sholat.

  • Membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek:

    Setelah takbiratul ihram, dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek lainnya. Surat Al-Fatihah wajib dibaca pada setiap rakaat, sedangkan surat pendek dibaca setelah surat Al-Fatihah pada rakaat pertama dan kedua.

  • Rukuk:

    Setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek, dilanjutkan dengan rukuk. Rukuk dilakukan dengan membungkukkan badan hingga punggung sejajar dengan lantai. Dalam posisi rukuk, bacalah doa rukuk, yaitu “Subhana rabbiyal ‘azhim” (Maha Suci Tuhanku yang Maha Agung).

Demikianlah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tata cara sholat ashar. Untuk tata cara sholat ashar yang lebih lengkap, dapat dilihat pada buku-buku atau aplikasi tentang tata cara sholat.

Bacaan niat: “Ushalli fardhal ‘ashri arba’a raka’aatin lillahi ta’ala.”

Bacaan niat sholat ashar yang benar adalah “Ushalli fardhal ‘ashri arba’a raka’aatin lillahi ta’ala”, yang artinya “Saya niat sholat fardhu ashar empat rakaat karena Allah Ta’ala.”

  • “Ushalli”:

    Kata “ushalli” berarti “saya sholat”. Kata ini menunjukkan bahwa niat sholat ashar harus diucapkan dalam hati oleh orang yang akan melaksanakan sholat.

  • “Fardhal ‘ashri”:

    Kata “fardhal ‘ashri” berarti “sholat fardhu ashar”. Kata ini menunjukkan bahwa niat sholat ashar harus ditujukan untuk melaksanakan sholat fardhu ashar, yaitu salah satu dari lima sholat wajib yang harus dilaksanakan oleh umat Islam setiap hari.

  • “Arba’a raka’aatin”:

    Kata “arba’a raka’aatin” berarti “empat rakaat”. Kata ini menunjukkan bahwa sholat ashar terdiri dari empat rakaat. Setiap rakaat terdiri dari beberapa gerakan, yaitu berdiri, rukuk, sujud, dan duduk.

  • “Lillahi ta’ala”:

    Kata “lillahi ta’ala” berarti “karena Allah Ta’ala”. Kata ini menunjukkan bahwa niat sholat ashar harus ditujukan semata-mata karena Allah SWT. Seorang muslim harus melaksanakan sholat ashar dengan ikhlas, tanpa mengharapkan pujian atau balasan dari manusia.

Demikianlah penjelasan tentang bacaan niat sholat ashar yang benar. Semoga bermanfaat.

Iringi dengan gerakan sholat sesuai ketentuan.

Setelah membaca niat sholat ashar, dilanjutkan dengan melaksanakan gerakan sholat sesuai dengan ketentuan. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam gerakan sholat ashar:

  • Berdiri tegak:

    Pada saat berdiri tegak, kedua kaki harus rapat dan pandangan lurus ke depan. Kedua tangan diletakkan di samping badan, dengan tangan kanan menggenggam tangan kiri.

  • Rukuk:

    Pada saat rukuk, badan harus dibengkokkan hingga punggung sejajar dengan lantai. Kedua tangan diletakkan di atas lutut, dengan jari-jari tangan terbuka. Pandangan diarahkan ke ujung kaki.

  • Sujud:

    Pada saat sujud, dahi, kedua tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki harus diletakkan di lantai. Kedua tangan diletakkan di samping kepala, dengan jari-jari tangan terbuka. Pandangan diarahkan ke lantai.

  • Duduk di antara dua sujud:

    Pada saat duduk di antara dua sujud, badan harus tegak dan kedua kaki bersila. Kedua tangan diletakkan di atas paha, dengan telapak tangan menghadap ke atas. Pandangan diarahkan ke pangkuan.

Demikianlah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam gerakan sholat ashar. Untuk gerakan sholat ashar yang lebih lengkap, dapat dilihat pada buku-buku atau aplikasi tentang tata cara sholat.

Pastikan untuk melaksanakan gerakan sholat dengan benar dan sempurna. Gerakan sholat yang benar akan membantu kita untuk lebih khusyuk dalam beribadah. Selain itu, gerakan sholat yang benar juga akan membantu kita untuk menjaga kesehatan tubuh.