Selasa , Februari 27 2024

Niat Sholat Witir 2 Rakaat

Sholat witir merupakan salah satu sholat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan oleh umat Islam. Sholat witir biasanya dikerjakan pada sepertiga malam terakhir, setelah sholat Isya dan sebelum sholat Subuh.

Sholat witir dapat dikerjakan dengan 1 rakaat, 3 rakaat, atau 11 rakaat. Namun, yang paling umum dikerjakan adalah sholat witir dengan 3 rakaat. Sholat witir dengan 2 rakaat juga diperbolehkan, namun tidak dianjurkan.

Jika ingin mengerjakan sholat witir dengan 2 rakaat, maka niatnya adalah sebagai berikut:

niat sholat witir 2 rakaat

Berikut 7 poin penting tentang niat sholat witir 2 rakaat:

  • Niat sholat witir 2 rakaat.
  • Dilakukan setelah sholat Isya.
  • Dilakukan sebelum sholat Subuh.
  • Sunah dilakukakan.
  • Niatnya sama dengan sholat Isya.
  • Hanya dap[at dilakukakan 2 rakaat.
  • Dibaca surah Alfatihah dan surah lain.

Demikian 7 poin penting tentang niat sholat witir 2 rakaat. Semoga bermanfaat.

Niat sholat witir 2 rakaat.

Niat sholat witir 2 rakaat adalah sebagai berikut:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku niat sholat sunnah witir dua rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”

Niat ini dibaca dalam hati sebelum memulai sholat witir. Pastikan untuk membaca niat dengan benar dan jelas, agar sholat witir yang dikerjakan menjadi sah.

Sholat witir dengan 2 rakaat hanya dapat dikerjakan dalam keadaan tertentu, seperti ketika sedang bepergian atau dalam kondisi sakit. Namun, jika memungkinkan, sebaiknya kerjakan sholat witir dengan 3 rakaat.

Setelah membaca niat, lanjutkan dengan gerakan sholat witir seperti biasa. Rakaat pertama diawali dengan membaca surah Al-Fatihah dan surah pendek lainnya. Kemudian, dilanjutkan dengan gerakan rukuk, sujud, dan seterusnya.

Demikian penjelasan tentang niat sholat witir 2 rakaat. Semoga bermanfaat.

Dilakukan setelah sholat Isya.

Sholat witir dikerjakan setelah sholat Isya dan sebelum sholat Subuh. Waktu terbaik untuk mengerjakan sholat witir adalah pada sepertiga malam terakhir.

Namun, jika tidak memungkinkan untuk mengerjakan sholat witir pada sepertiga malam terakhir, maka sholat witir dapat dikerjakan setelah sholat Isya, meskipun sudah masuk waktu sholat Subuh.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

مَنْ خَافَ أَنْ لاَ يَقُومَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ أَوَّلَ اللَّيْلِ وَمَنْ طَمِعَ أَنْ يَقُومَ آخِرَ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ آخِرَ اللَّيْلِ فَإِنَّ صَلاَةَ آخِرِ اللَّيْلِ أَشْهَدُ وَأَنْغَضُ لِلْبَصَرِ

Artinya: “Barangsiapa yang takut tidak bangun di akhir malam, maka hendaklah ia sholat witir di awal malam. Barangsiapa yang berharap untuk bangun di akhir malam, maka hendaklah ia sholat witir di akhir malam. Karena sholat di akhir malam itu lebih utama dan lebih dekat kepada Allah.”

Demikian penjelasan tentang sholat witir yang dikerjakan setelah sholat Isya. Semoga bermanfaat.

Dilakukan sebelum sholat Subuh.

Sholat witir dikerjakan setelah sholat Isya dan sebelum sholat Subuh. Berikut beberapa alasan mengapa sholat witir harus dikerjakan sebelum sholat Subuh:

  • Agar tidak terlupa.

    Jika sholat witir dikerjakan setelah sholat Subuh, maka ada kemungkinan besar sholat witir akan terlupa.

  • Agar lebih khusyuk.

    Pada sepertiga malam terakhir, suasana biasanya lebih tenang dan sunyi. Hal ini membuat suasana sholat witir lebih khusyuk dan fokus.

  • Agar lebih utama.

    Sholat witir yang dikerjakan pada sepertiga malam terakhir lebih utama daripada sholat witir yang dikerjakan setelah sholat Subuh.

  • Agar sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

    Berdasarkan hadits-hadis Rasulullah SAW, beliau biasanya mengerjakan sholat witir pada sepertiga malam terakhir.

Demikian penjelasan tentang mengapa sholat witir harus dikerjakan sebelum sholat Subuh. Semoga bermanfaat.

Sunah dilakukakan.

Sholat witir hukumnya sunnah muakkad, artinya sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Berikut beberapa alasan mengapa sholat witir sunnah dikerjakan:

  • Menyempurnakan ibadah sholat.

    Sholat witir merupakan salah satu sholat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Dengan mengerjakan sholat witir, maka ibadah sholat kita akan lebih sempurna.

  • Menebus kekurangan sholat wajib.

    Dalam mengerjakan sholat wajib, terkadang kita tidak bisa khusyuk dan sempurna. Dengan mengerjakan sholat witir, maka kekurangan-kekurangan tersebut dapat ditebus.

  • Sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.

    Sholat witir merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT. Dengan mengerjakan sholat witir, maka kita menunjukkan rasa syukur dan cinta kita kepada Allah SWT.

  • Mendapatkan pahala dari Allah SWT.

    Allah SWT telah menjanjikan pahala yang besar bagi orang-orang yang mengerjakan sholat witir. Pahala tersebut berupa surga dan ampunan dosa.

Demikian penjelasan tentang mengapa sholat witir sunnah dikerjakan. Semoga bermanfaat.

Niatnya sama dengan sholat Isya.

Niat sholat witir 2 rakaat sama dengan niat sholat Isya, yaitu:

  • أُصَلِّيْ فَرْضَ العِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

    Artinya: “Aku niat sholat fardhu Isya dua rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”

Perbedaannya terletak pada bacaan niat setelah lafadz “أَدَاءً”. Pada sholat witir, setelah lafadz “أَدَاءً” dilanjutkan dengan lafadz “سُنَّةَ الوِتْرِ”.

Hanya dap[at dilakukakan 2 rakaat.

Sholat witir yang dikerjakan dengan 2 rakaat hanya diperbolehkan dalam keadaan tertentu, seperti ketika sedang bepergian atau dalam kondisi sakit. Berikut beberapa alasan mengapa sholat witir hanya dapat dikerjakan 2 rakaat dalam keadaan tertentu:

  • Untuk memudahkan.

    Ketika sedang bepergian atau dalam kondisi sakit, seseorang mungkin tidak mampu untuk mengerjakan sholat witir dengan 3 rakaat. Oleh karena itu, diperbolehkan untuk mengerjakan sholat witir dengan 2 rakaat saja.

  • Agar tidak memberatkan.

    Bagi orang yang sedang bepergian atau dalam kondisi sakit, mengerjakan sholat witir dengan 3 rakaat mungkin akan terasa berat. Oleh karena itu, diperbolehkan untuk mengerjakan sholat witir dengan 2 rakaat saja.

  • Tidak mengurangi pahala.

    Meskipun dikerjakan dengan 2 rakaat, pahala sholat witir tetap sama dengan pahala sholat witir yang dikerjakan dengan 3 rakaat.

  • Sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

    Dalam beberapa hadits, Rasulullah SAW pernah mengerjakan sholat witir dengan 2 rakaat. Hal ini menunjukkan bahwa mengerjakan sholat witir dengan 2 rakaat diperbolehkan.

Demikian penjelasan tentang mengapa sholat witir hanya dapat dikerjakan 2 rakaat dalam keadaan tertentu. Semoga bermanfaat.

Dibaca surah Alfatihah dan surah lain.

Dalam sholat witir, baik yang dikerjakan dengan 3 rakaat maupun 2 rakaat, bacaan surah setelah surat Al-Fatihah adalah sunnah. Berikut beberapa alasan mengapa membaca surah setelah surat Al-Fatihah dalam sholat witir disunnahkan:

  • Menambah pahala sholat.

    Membaca surah setelah surat Al-Fatihah dalam sholat witir dapat menambah pahala sholat.

  • Menyempurnakan sholat.

    Membaca surah setelah surat Al-Fatihah dalam sholat witir dapat menyempurnakan sholat.

  • Mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

    Rasulullah SAW pernah membaca surah setelah surat Al-Fatihah dalam sholat witir. Hal ini menunjukkan bahwa membaca surah setelah surat Al-Fatihah dalam sholat witir disunnahkan.

  • Memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.

    Membaca surah setelah surat Al-Fatihah dalam sholat witir dapat memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.

Demikian penjelasan tentang mengapa membaca surah setelah surat Al-Fatihah dalam sholat witir disunnahkan. Semoga bermanfaat.