Minggu , Juni 16 2024

Panen Raya Jagung di Garut Dorong Peningkatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Panen Raya Jagung Garut
Panen Raya Jagung Garut

Limbangan, Garut – Pj. Bupati Garut, Barnas Adjidin, bersama jajaran Muspika Kecamatan Limbangan, turut serta dalam panen raya jagung di Desa Pangeureunan, Kamis (2/5/2024). Acara ini menandai kemeriahan panen jagung di wilayah Garut, yang tahun ini ditargetkan mencapai 15.000 hektar.

Lebih spesial lagi, panen raya di Desa Pangeureunan diwarnai dengan peresmian Unit Pengolahan Pasca Panen Jagung berupa Vertical Dryer. Bantuan dari pemerintah pusat ini diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi jagung dan menjaga kualitasnya.

Barnas Adjidin dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas panen melimpah yang diraih para petani jagung. Ia optimistis bahwa hal ini akan berdampak positif pada peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya di Desa Pangeureunan dan sekitarnya.

“Vertical Dryer ini merupakan bantuan yang sangat bermanfaat bagi para petani,” ujar Barnas. “Dengan alat ini, jagung dapat dikeringkan dengan cepat dan efisien, sehingga meminimalisir potensi kerusakan dan meningkatkan nilai jual.”

Lebih lanjut, Barnas mendorong para petani untuk terus belajar dan mengembangkan pengetahuan mereka. Ia menyarankan agar para petani mempelajari praktik-praktik terbaik dari sentra-sentra jagung lainnya, serta memperhatikan aspek packaging untuk meningkatkan daya tarik produk.

“Kemasan yang menarik akan meningkatkan nilai jual jagung,” jelas Barnas. “Jagung yang dikemas dengan baik juga akan lebih tahan lama, sehingga tidak mudah rusak dan busuk.”

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Haeruman, mengungkapkan bahwa Garut berkontribusi terhadap 60% lebih produksi jagung di Jawa Barat. Hal ini menjadikan Garut sebagai lumbung jagung utama di provinsi ini.

“Pada tahun 2023, produksi jagung pipilan kering di Garut mencapai hampir 482.916 ton,” ungkap Haeruman. “Angka ini menunjukkan potensi besar Garut dalam mendukung ketahanan pangan nasional.”

Haeruman juga memaparkan berbagai upaya yang dilakukan Pemkab Garut untuk mendukung pengembangan sektor pertanian, termasuk bantuan benih jagung hibrida, pembangunan infrastruktur, dan pendampingan petani.

“Di tahun 2024 ini, kami menargetkan pembangunan jalan usaha tani sepanjang 21,682 kilometer,” jelas Haeruman. “Hal ini diharapkan dapat mempermudah aksesibilitas petani dalam mengangkut hasil panen mereka.”

Camat Limbangan, Guriansyah Sukiran, menambahkan bahwa Desa Pangeureunan merupakan salah satu sentra jagung di Kabupaten Garut. Dari 4.000 hektar lahan jagung di Limbangan, 1.200 hektar di antaranya berada di Desa Pangeureunan.

“Kami berharap dengan panen raya ini, kesejahteraan para petani di Desa Pangeureunan dan Limbangan secara keseluruhan dapat meningkat,” tutur Guriansyah.

Panen raya jagung di Desa Pangeureunan merupakan bukti nyata komitmen Pemkab Garut dalam meningkatkan produksi jagung dan mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan sektor pertanian di Garut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.