Breaking News

Shalat Isya Berapa Rakaat?

Dalam agama Islam, shalat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib untuk dikerjakan oleh umat Muslim. Salah satu waktu shalat yang wajib adalah shalat isya. Shalat isya sendiri merupakan shalat yang dilakukan pada akhir hari, tepatnya setelah matahari terbenam dan sebelum fajar menyingsing.

Pelaksanaan shalat isya dilakukan dengan mengerjakan beberapa rakaat. Rakaat merupakan satuan jumlah putaran gerakan dalam shalat. Dalam shalat isya, terdapat perbedaan pendapat mengenai jumlah rakaat yang harus dilakukan, ada yang mengatakan 4 rakaat dan ada juga yang mengatakan 5 rakaat.

Perbedaan pendapat mengenai jumlah rakaat shalat isya ini didasarkan pada beberapa hadits dan juga pendapat para ulama. Namun, secara umum, shalat isya dapat dikerjakan dengan 4 rakaat atau 5 rakaat, tergantung pada pilihan masing-masing individu.

sholat isya berapa rakaat

Shalat isya memiliki beberapa ketentuan mengenai jumlah rakaat yang harus dikerjakan.

  • Jumlah rakaat shalat isya
  • 4 atau 5 rakaat
  • Menurut pendapat ulama
  • Berdasarkan hadits sahih
  • Dapat memilih 4 atau 5 rakaat
  • Disesuaikan dengan kemampuan
  • Niat sebelum memulai shalat

Jumlah rakaat shalat isya dapat dipilih sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing individu.

Jumlah rakaat shalat isya

Dalam shalat isya, terdapat perbedaan pendapat mengenai jumlah rakaat yang harus dikerjakan, yaitu 4 rakaat atau 5 rakaat. Perbedaan pendapat ini didasarkan pada beberapa hadits dan juga pendapat para ulama.

  • 4 rakaat

    Pendapat yang mengatakan bahwa shalat isya dikerjakan dengan 4 rakaat didasarkan pada hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim. Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW bersabda, “Shalat isya empat rakaat.”

  • 5 rakaat

    Pendapat yang mengatakan bahwa shalat isya dikerjakan dengan 5 rakaat didasarkan pada hadits riwayat Imam Ahmad dan Imam Abu Dawud. Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW bersabda, “Shalat isya lima rakaat, yang pertama adalah sunnah qabliyah dan empat rakaat setelahnya adalah fardhu.”

  • Dapat memilih 4 atau 5 rakaat

    Berdasarkan kedua hadits tersebut, umat Islam dapat memilih untuk mengerjakan shalat isya dengan 4 rakaat atau 5 rakaat. Pilihan ini tergantung pada kemampuan dan kondisi masing-masing individu.

  • Niat sebelum memulai shalat

    Sebelum memulai shalat isya, umat Islam harus menentukan terlebih dahulu jumlah rakaat yang akan dikerjakan. Niat ini harus diucapkan dalam hati sebelum takbiratul ihram.

Jumlah rakaat shalat isya dapat dipilih sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing individu. Namun, jika seseorang tidak yakin dengan jumlah rakaat yang harus dikerjakan, maka sebaiknya ia mengerjakan shalat isya dengan 5 rakaat untuk lebih berhati-hati.

4 atau 5 rakaat

Dalam shalat isya, terdapat perbedaan pendapat mengenai jumlah rakaat yang harus dikerjakan, yaitu 4 rakaat atau 5 rakaat. Perbedaan pendapat ini didasarkan pada beberapa hadits dan juga pendapat para ulama.

Pendapat yang mengatakan bahwa shalat isya dikerjakan dengan 4 rakaat didasarkan pada hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim. Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW bersabda, “Shalat isya empat rakaat.”

Pendapat yang mengatakan bahwa shalat isya dikerjakan dengan 5 rakaat didasarkan pada hadits riwayat Imam Ahmad dan Imam Abu Dawud. Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW bersabda, “Shalat isya lima rakaat, yang pertama adalah sunnah qabliyah dan empat rakaat setelahnya adalah fardhu.”

Berdasarkan kedua hadits tersebut, umat Islam dapat memilih untuk mengerjakan shalat isya dengan 4 rakaat atau 5 rakaat. Pilihan ini tergantung pada kemampuan dan kondisi masing-masing individu.

Jika seseorang memilih untuk mengerjakan shalat isya dengan 4 rakaat, maka ia harus mengerjakan 2 rakaat sunnah qabliyah terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan 2 rakaat fardhu isya.

Jika seseorang memilih untuk mengerjakan shalat isya dengan 5 rakaat, maka ia harus mengerjakan 1 rakaat sunnah qabliyah terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan 4 rakaat fardhu isya.

Menurut pendapat ulama

Para ulama juga memiliki pendapat yang berbeda mengenai jumlah rakaat shalat isya. Perbedaan pendapat ini didasarkan pada penafsiran mereka terhadap hadits-hadits yang berkaitan dengan shalat isya.

  • Imam Malik dan Imam Syafi’i berpendapat bahwa shalat isya dikerjakan dengan 4 rakaat.

    Pendapat ini didasarkan pada hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim. Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW bersabda, “Shalat isya empat rakaat.”

  • Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad berpendapat bahwa shalat isya dikerjakan dengan 5 rakaat.

    Pendapat ini didasarkan pada hadits riwayat Imam Ahmad dan Imam Abu Dawud. Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW bersabda, “Shalat isya lima rakaat, yang pertama adalah sunnah qabliyah dan empat rakaat setelahnya adalah fardhu.”

  • Imam Ibnu Hazm berpendapat bahwa shalat isya dikerjakan dengan 6 rakaat.

    Pendapat ini didasarkan pada hadits riwayat Imam Ahmad dan Imam Ibnu Majah. Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW bersabda, “Shalat isya enam rakaat, yang pertama adalah sunnah qabliyah, dua rakaat setelahnya adalah sunnah ba’diyah, dan tiga rakaat setelahnya adalah fardhu.”

  • Imam Nawawi berpendapat bahwa shalat isya dapat dikerjakan dengan 4 rakaat atau 5 rakaat.

    Pendapat ini didasarkan pada perbedaan hadits yang ada. Imam Nawawi mengatakan bahwa umat Islam dapat memilih untuk mengerjakan shalat isya dengan 4 rakaat atau 5 rakaat, tergantung pada kemampuan dan kondisi masing-masing individu.

Berdasarkan pendapat para ulama tersebut, dapat disimpulkan bahwa jumlah rakaat shalat isya dapat bervariasi, tergantung pada mazhab yang diikuti. Namun, secara umum, shalat isya dapat dikerjakan dengan 4 rakaat atau 5 rakaat.

Berdasarkan hadits sahih

Beberapa hadits sahih yang berkaitan dengan jumlah rakaat shalat isya, antara lain:

  • Hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim:

    “Shalat isya empat rakaat.”

  • Hadits riwayat Imam Ahmad dan Imam Abu Dawud:

    “Shalat isya lima rakaat, yang pertama adalah sunnah qabliyah dan empat rakaat setelahnya adalah fardhu.”

  • Hadits riwayat Imam Ahmad dan Imam Ibnu Majah:

    “Shalat isya enam rakaat, yang pertama adalah sunnah qabliyah, dua rakaat setelahnya adalah sunnah ba’diyah, dan tiga rakaat setelahnya adalah fardhu.”

  • Hadits riwayat Imam Nawawi:

    “Shalat isya empat rakaat atau lima rakaat. Jika kamu mengerjakan empat rakaat, maka tambahkanlah dua rakaat sunnah ba’diyah setelahnya. Dan jika kamu mengerjakan lima rakaat, maka yang pertama adalah sunnah qabliyah dan empat rakaat setelahnya adalah fardhu.”

Berdasarkan hadits-hadits sahih tersebut, dapat disimpulkan bahwa jumlah rakaat shalat isya dapat bervariasi, tergantung pada riwayat hadits yang diikuti. Namun, secara umum, shalat isya dapat dikerjakan dengan 4 rakaat atau 5 rakaat.

Dapat memilih 4 atau 5 rakaat

Berdasarkan hadits-hadits sahih dan pendapat para ulama, dapat disimpulkan bahwa umat Islam dapat memilih untuk mengerjakan shalat isya dengan 4 rakaat atau 5 rakaat.

  • Jika memilih untuk mengerjakan 4 rakaat, maka:

    Lakukan 2 rakaat sunnah qabliyah terlebih dahulu, kemudian lanjutkan dengan 2 rakaat fardhu isya.

  • Jika memilih untuk mengerjakan 5 rakaat, maka:

    Lakukan 1 rakaat sunnah qabliyah terlebih dahulu, kemudian lanjutkan dengan 4 rakaat fardhu isya.

  • Pilihan untuk mengerjakan 4 rakaat atau 5 rakaat ini tergantung pada:

    Kemampuan dan kondisi masing-masing individu.

  • Jika seseorang tidak yakin dengan jumlah rakaat yang harus dikerjakan, maka:

    Sebaiknya ia mengerjakan shalat isya dengan 5 rakaat untuk lebih berhati-hati.

Namun, perlu diingat bahwa shalat isya yang dikerjakan dengan 4 rakaat atau 5 rakaat sama-sama sah dan diterima oleh Allah SWT.

Disesuaikan dengan kemampuan

Dalam memilih jumlah rakaat shalat isya, seseorang harus menyesuaikannya dengan kemampuan dan kondisi masing-masing.

Jika seseorang merasa kuat dan mampu, maka ia dapat mengerjakan shalat isya dengan 5 rakaat, yaitu 1 rakaat sunnah qabliyah dan 4 rakaat fardhu isya.

Namun, jika seseorang merasa kurang kuat atau memiliki kondisi tertentu yang tidak memungkinkan untuk mengerjakan shalat dengan 5 rakaat, maka ia dapat mengerjakan shalat isya dengan 4 rakaat, yaitu 2 rakaat sunnah qabliyah dan 2 rakaat fardhu isya.

Tidak ada ketentuan khusus mengenai usia atau kondisi fisik tertentu yang mengharuskan seseorang untuk mengerjakan shalat isya dengan jumlah rakaat tertentu. Yang terpenting adalah menyesuaikan jumlah rakaat dengan kemampuan dan kondisi masing-masing individu.

Bagi seseorang yang sedang sakit, dalam perjalanan, atau memiliki kondisi tertentu yang tidak memungkinkan untuk berdiri lama, maka ia dapat mengerjakan shalat isya dengan duduk atau bahkan berbaring. Jumlah rakaat yang dikerjakan juga dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi fisiknya.

Niat sebelum memulai shalat

Sebelum memulai shalat isya, seseorang harus menentukan terlebih dahulu jumlah rakaat yang akan dikerjakan. Niat ini harus diucapkan dalam hati sebelum takbiratul ihram.

Jika seseorang memilih untuk mengerjakan shalat isya dengan 4 rakaat, maka niatnya adalah:

“Aku niat shalat isya empat rakaat fardhu karena Allah Ta’ala.”

Jika seseorang memilih untuk mengerjakan shalat isya dengan 5 rakaat, maka niatnya adalah:

“Aku niat shalat isya lima rakaat yang terdiri dari satu rakaat sunnah qabliyah dan empat rakaat fardhu karena Allah Ta’ala.”

Niat ini harus diucapkan dalam hati dengan jelas dan yakin. Jika seseorang ragu-ragu atau tidak yakin dengan niatnya, maka shalatnya tidak sah.

Setelah mengucapkan niat, seseorang harus segera memulai shalat dengan takbiratul ihram.