Bentuk Muka Bumi Mesir

Bentuk Muka Bumi Mesir

Mesir merupakan sebuah negara di Afrika Utara yang berbatasan dengan Laut Mediterania di utara, Laut Merah di timur, Sudan di selatan, dan Libya di barat. Secara astronomis, Mesir terletak di antara 22 derajat LU – 32 derajat BT serta 25 derajat BT – 26 derajat BT.

Bentuk muka bumi Mesir sangat beragam, mulai dari dataran tinggi, pegunungan, hingga gurun. Secara umum, Mesir dapat dibagi menjadi empat bentuk muka bumi utama, yaitu:

  • Semenanjung Sinai

Semenanjung Sinai terletak di sebelah timur Mesir dan berbatasan dengan Israel. Semenanjung ini terdiri atas dua bagian, yaitu bagian utara yang merupakan dataran tinggi dan bagian selatan yang merupakan pegunungan. Puncak tertinggi di Semenanjung Sinai adalah Jebel Musa (2.285 m).

  • Gurun Arabia

Gurun Arabia terletak di sebelah timur Semenanjung Sinai dan berbatasan dengan Laut Merah. Gurun ini merupakan daerah yang sangat tandus dan bergelombang dengan ketinggian rata-rata 300-500 mdpl. Puncak tertinggi di Gurun Arabia adalah Jebel Hemada (1.977 m).

  • Gurun Libya

Gurun Libya terletak di sebelah barat Mesir dan berbatasan dengan Laut Tengah. Gurun ini merupakan daerah yang sangat kering dan gersang dengan ketinggian rata-rata 200 mdpl. Puncak tertinggi di Gurun Libya adalah Jebel Uweinat (2.301 m).

  • Lembah Sungai Nil

Lembah Sungai Nil merupakan daerah yang paling subur di Mesir. Lembah ini terletak di sepanjang Sungai Nil, yang merupakan sungai terpanjang di Afrika. Sungai Nil mengalir dari selatan ke utara, dan bermuara di Laut Mediterania.

Semenanjung Sinai

Semenanjung Sinai merupakan wilayah Mesir yang terletak di Benua Asia. Wilayah ini memiliki luas sekitar 60.000 km² dan berbatasan dengan Israel di sebelah barat, Mesir di sebelah selatan, Laut Merah di sebelah timur, dan Laut Mediterania di sebelah utara.

Semenanjung Sinai terdiri atas dua bagian utama, yaitu:

  • Dataran Tinggi Sinai

Dataran Tinggi Sinai terletak di bagian utara semenanjung. Dataran ini memiliki ketinggian rata-rata 1.200 mdpl dan merupakan daerah yang berbukit-bukit.

  • Pegunungan Sinai

Pegunungan Sinai terletak di bagian selatan semenanjung. Pegunungan ini memiliki ketinggian rata-rata 2.000 mdpl dan merupakan daerah yang lebih kasar dan bergelombang.

Gurun Arabia

Gurun Arabia merupakan wilayah Mesir yang terletak di sebelah timur Semenanjung Sinai. Wilayah ini memiliki luas sekitar 650.000 km² dan berbatasan dengan Laut Merah di sebelah timur, Gurun Libya di sebelah barat, dan Laut Mediterania di sebelah utara.

Gurun Arabia merupakan daerah yang sangat tandus dan gersang. Curah hujan di wilayah ini sangat rendah, yaitu rata-rata 50 mm per tahun. Suhu udara di wilayah ini juga sangat tinggi, yaitu rata-rata 30 °C pada siang hari dan 15 °C pada malam hari.

Gurun Libya

Gurun Libya merupakan wilayah Mesir yang terletak di sebelah barat Lembah Sungai Nil. Wilayah ini memiliki luas sekitar 900.000 km² dan berbatasan dengan Gurun Sahara di sebelah barat, Gurun Arabia di sebelah timur, dan Laut Mediterania di sebelah utara.

Gurun Libya merupakan daerah yang sangat kering dan gersang. Curah hujan di wilayah ini sangat rendah, yaitu rata-rata 25 mm per tahun. Suhu udara di wilayah ini juga sangat tinggi, yaitu rata-rata 35 °C pada siang hari dan 10 °C pada malam hari.

Lembah Sungai Nil

Lembah Sungai Nil merupakan wilayah Mesir yang terletak di sepanjang Sungai Nil. Wilayah ini memiliki luas sekitar 60.000 km² dan berbatasan dengan Gurun Libya di sebelah barat, Gurun Arabia di sebelah timur, dan Laut Mediterania di sebelah utara.

Lembah Sungai Nil merupakan daerah yang paling subur di Mesir. Sungai Nil merupakan sumber air bagi pertanian, irigasi, dan transportasi. Sekitar 98% penduduk Mesir tinggal di wilayah ini.

Kesimpulan

Bentuk muka bumi Mesir sangat beragam, mulai dari dataran tinggi, pegunungan, hingga gurun. Masing-masing bentuk muka bumi memiliki karakteristik dan pengaruh yang berbeda-beda terhadap kehidupan manusia.