Breaking News

Biografi Émile Durkheim

Émile Durkheim merupakan salah satu tokoh sosiologi yang paling berpengaruh. Ia lahir di Épinal, Prancis, pada tanggal 15 April 1858. Ayahnya adalah seorang rabi dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Durkheim belajar filsafat di École Normale Supérieure di Paris dan lulus pada tahun 1882. Setelah lulus, ia mengajar filsafat di beberapa sekolah menengah di Prancis, sebelum akhirnya diangkat menjadi profesor sosiologi di Universitas Bordeaux pada tahun 1895.

Durkheim adalah seorang pemikir yang sangat produktif. Ia menulis banyak buku dan artikel tentang sosiologi, termasuk “The Division of Labor in Society” (1893), “The Rules of Sociological Method” (1895), dan “Suicide” (1897). Dalam karyanya, Durkheim berpendapat bahwa masyarakat adalah suatu sistem sosial yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berinteraksi. Ia juga berpendapat bahwa sosiologi harus menjadi ilmu yang objektif dan ilmiah, yang mempelajari fakta-fakta sosial tanpa berprasangka.

Pemikiran Durkheim sangat berpengaruh terhadap perkembangan sosiologi sebagai disiplin ilmu. Ia membantu untuk mengubah sosiologi dari sebuah bidang spekulatif menjadi sebuah ilmu yang berbasis bukti. Durkheim juga merupakan salah satu pendiri jurnal sosiologi pertama, “L’Année Sociologique”, yang diterbitkan pada tahun 1898. Jurnal ini memainkan peran penting dalam mempromosikan sosiologi sebagai bidang akademis yang legitimate.

Émile Durkheim

Sosiolog Prancis yang berpengaruh.

  • Lahir di Épinal, Prancis, pada tahun 1858.
  • Belajar filsafat di École Normale Supérieure di Paris.
  • Mengajar filsafat di beberapa sekolah menengah di Prancis.
  • Diangkat menjadi profesor sosiologi di Universitas Bordeaux pada tahun 1895.
  • Menulis banyak buku dan artikel tentang sosiologi.
  • Salah satu pendiri jurnal sosiologi pertama, “L’Année Sociologique”.
  • Meninggal di Paris, Prancis, pada tahun 1917.

Pemikiran Durkheim sangat berpengaruh terhadap perkembangan sosiologi sebagai disiplin ilmu.

Lahir di Épinal, Prancis, pada tahun 1858.

Émile Durkheim lahir pada tanggal 15 April 1858 di kota Épinal, Prancis. Ayahnya, Moïse Durkheim, adalah seorang rabi dan ibunya, Mélanie Durkheim, adalah seorang ibu rumah tangga. Durkheim memiliki dua saudara laki-laki dan seorang saudara perempuan.

Durkheim tumbuh dalam keluarga yang religius dan intelektual. Ayahnya adalah seorang sarjana Talmud yang dihormati, dan ibunya adalah seorang wanita yang cerdas dan berpendidikan. Durkheim belajar di sekolah agama Yahudi setempat, dan kemudian melanjutkan pendidikannya di Lycée de Nancy, sebuah sekolah menengah bergengsi di Nancy, Prancis.

Pada tahun 1879, Durkheim diterima di École Normale Supérieure di Paris, salah satu universitas paling bergengsi di Prancis. Di sana, ia belajar filsafat dan sosiologi. Durkheim adalah seorang mahasiswa yang brilian, dan ia lulus dengan nilai tertinggi pada tahun 1882.

Setelah lulus dari École Normale Supérieure, Durkheim mengajar filsafat di beberapa sekolah menengah di Prancis. Pada tahun 1887, ia menerbitkan buku pertamanya, “De la division du travail social” (“Pembagian Kerja Sosial”). Buku ini diterima dengan baik oleh para akademisi, dan membantu Durkheim untuk mendapatkan reputasi sebagai seorang sosiolog yang menjanjikan.

Pada tahun 1895, Durkheim diangkat menjadi profesor sosiologi di Universitas Bordeaux. Di sana, ia mendirikan jurnal sosiologi pertama, “L’Année Sociologique”. Jurnal ini memainkan peran penting dalam mempromosikan sosiologi sebagai bidang akademis yang legitimate.

Belajar filsafat di École Normale Supérieure di Paris.

Setelah lulus dari Lycée de Nancy, Durkheim diterima di École Normale Supérieure di Paris pada tahun 1879. École Normale Supérieure adalah salah satu universitas paling bergengsi di Prancis, dan terkenal karena program filsafatnya yang kuat.

Di École Normale Supérieure, Durkheim belajar filsafat di bawah bimbingan beberapa filsuf terkemuka pada zaman itu, termasuk Émile Boutroux, Charles Renouvier, dan Léon Bourgeois. Durkheim juga mengikuti kuliah sosiologi yang diberikan oleh Gabriel Tarde, salah satu sosiolog pertama di Prancis.

Durkheim adalah seorang mahasiswa yang brilian, dan ia dengan cepat menguasai filsafat dan sosiologi. Ia lulus dari École Normale Supérieure pada tahun 1882 dengan nilai tertinggi. Setelah lulus, Durkheim mengajar filsafat di beberapa sekolah menengah di Prancis, sambil terus mengembangkan pemikiran sosiologisnya.

Pada tahun 1887, Durkheim menerbitkan buku pertamanya, “De la division du travail social” (“Pembagian Kerja Sosial”). Buku ini diterima dengan baik oleh para akademisi, dan membantu Durkheim untuk mendapatkan reputasi sebagai seorang sosiolog yang menjanjikan. Pada tahun 1895, Durkheim diangkat menjadi profesor sosiologi di Universitas Bordeaux. Di sana, ia mendirikan jurnal sosiologi pertama, “L’Année Sociologique”. Jurnal ini memainkan peran penting dalam mempromosikan sosiologi sebagai bidang akademis yang legitimate.

Pemikiran Durkheim sangat berpengaruh terhadap perkembangan sosiologi sebagai disiplin ilmu. Ia membantu untuk mengubah sosiologi dari sebuah bidang spekulatif menjadi sebuah ilmu yang berbasis bukti. Durkheim juga merupakan salah satu pendiri sosiologi fungsionalis, yang berpendapat bahwa masyarakat adalah suatu sistem sosial yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berinteraksi dan saling bergantung.

Mengajar filsafat di beberapa sekolah menengah di Prancis.

Setelah lulus dari École Normale Supérieure pada tahun 1882, Durkheim mengajar filsafat di beberapa sekolah menengah di Prancis. Ia mengajar di Lycée de Sens, Lycée de Saint-Quentin, dan Lycée de Troyes. Selama mengajar di sekolah menengah, Durkheim terus mengembangkan pemikiran sosiologisnya.

Durkheim prihatin dengan kondisi moral masyarakat Prancis pada akhir abad ke-19. Ia melihat bahwa masyarakat Prancis sedang mengalami krisis, yang ditandai dengan meningkatnya individualisme, egoisme, dan anomie (kehilangan norma dan nilai sosial). Durkheim berpendapat bahwa krisis ini disebabkan oleh perubahan sosial yang cepat, seperti industrialisasi dan urbanisasi.

Durkheim percaya bahwa sosiologi dapat membantu untuk memahami dan mengatasi krisis moral masyarakat Prancis. Ia berpendapat bahwa sosiologi harus menjadi ilmu yang objektif dan ilmiah, yang mempelajari fakta-fakta sosial tanpa berprasangka. Durkheim juga berpendapat bahwa sosiologi harus fokus pada studi tentang lembaga-lembaga sosial, seperti keluarga, sekolah, dan agama.

Pada tahun 1887, Durkheim menerbitkan buku pertamanya, “De la division du travail social” (“Pembagian Kerja Sosial”). Buku ini diterima dengan baik oleh para akademisi, dan membantu Durkheim untuk mendapatkan reputasi sebagai seorang sosiolog yang menjanjikan. Pada tahun 1895, Durkheim diangkat menjadi profesor sosiologi di Universitas Bordeaux. Di sana, ia mendirikan jurnal sosiologi pertama, “L’Année Sociologique”. Jurnal ini memainkan peran penting dalam mempromosikan sosiologi sebagai bidang akademis yang legitimate.

Pemikiran Durkheim sangat berpengaruh terhadap perkembangan sosiologi sebagai disiplin ilmu. Ia membantu untuk mengubah sosiologi dari sebuah bidang spekulatif menjadi sebuah ilmu yang berbasis bukti. Durkheim juga merupakan salah satu pendiri sosiologi fungsionalis, yang berpendapat bahwa masyarakat adalah suatu sistem sosial yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berinteraksi dan saling bergantung.

Diangkat menjadi profesor sosiologi di Universitas Bordeaux pada tahun 1895.

Pada tahun 1895, Durkheim diangkat menjadi profesor sosiologi di Universitas Bordeaux. Ini adalah pencapaian yang signifikan bagi Durkheim, karena sosiologi pada saat itu masih merupakan bidang akademis yang baru dan belum mapan.

  • Durkheim mendirikan jurnal sosiologi pertama, “L’Année Sociologique”.

    Jurnal ini memainkan peran penting dalam mempromosikan sosiologi sebagai bidang akademis yang legitimate. “L’Année Sociologique” menerbitkan artikel-artikel tentang berbagai topik sosiologi, termasuk pembagian kerja, agama, pendidikan, dan kejahatan.

  • Durkheim menarik banyak mahasiswa ke kelasnya.

    Mahasiswa Durkheim datang dari seluruh Prancis dan bahkan dari luar negeri. Mereka tertarik dengan pemikiran Durkheim tentang masyarakat dan ingin belajar lebih banyak tentang sosiologi.

  • Durkheim membantu untuk mendirikan Masyarakat Sosiologi Prancis.

    Masyarakat ini didirikan pada tahun 1895 dan bertujuan untuk mempromosikan sosiologi di Prancis. Durkheim adalah salah satu anggota pendiri masyarakat ini dan ia menjabat sebagai presiden pertama.

  • Durkheim menerbitkan beberapa buku penting selama waktunya di Bordeaux.

    Buku-buku ini termasuk “Les règles de la méthode sociologique” (“Aturan-aturan Metode Sosiologi”) (1895), “Le suicide” (“Bunuh Diri”) (1897), dan “Les formes élémentaires de la vie religieuse” (“Bentuk-bentuk Dasar Kehidupan Beragama”) (1912). Buku-buku ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan sosiologi dan masih dibaca hingga saat ini.

Masa jabatan Durkheim di Universitas Bordeaux sangat produktif. Ia membantu untuk mendirikan sosiologi sebagai disiplin akademis yang legitimate di Prancis. Ia juga menerbitkan beberapa buku penting yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan sosiologi.

Menulis banyak buku dan artikel tentang sosiologi.

Durkheim adalah seorang penulis yang produktif. Ia menulis banyak buku dan artikel tentang sosiologi, yang membahas berbagai topik, termasuk pembagian kerja, agama, pendidikan, dan kejahatan. Buku-buku Durkheim yang paling terkenal meliputi:

  • “De la division du travail social” (“Pembagian Kerja Sosial”) (1893)

    Buku ini membahas tentang bagaimana pembagian kerja mempengaruhi masyarakat. Durkheim berpendapat bahwa pembagian kerja menyebabkan masyarakat menjadi lebih kompleks dan saling bergantung.

  • “Les règles de la méthode sociologique” (“Aturan-aturan Metode Sosiologi”) (1895)

    Buku ini membahas tentang bagaimana sosiologi harus dipelajari sebagai ilmu yang objektif dan ilmiah. Durkheim berpendapat bahwa sosiolog harus mempelajari fakta-fakta sosial tanpa berprasangka.

  • “Le suicide” (“Bunuh Diri”) (1897)

    Buku ini membahas tentang penyebab bunuh diri. Durkheim berpendapat bahwa bunuh diri disebabkan oleh anomie, yaitu kehilangan norma dan nilai sosial. Anomie dapat disebabkan oleh perubahan sosial yang cepat, seperti industrialisasi dan urbanisasi.

  • “Les formes élémentaires de la vie religieuse” (“Bentuk-bentuk Dasar Kehidupan Beragama”) (1912)

    Buku ini membahas tentang asal-usul agama. Durkheim berpendapat bahwa agama berasal dari perasaan sakral yang dialami manusia ketika mereka berhadapan dengan kekuatan-kekuatan alam yang tidak dapat mereka kendalikan.

Buku-buku Durkheim sangat berpengaruh terhadap perkembangan sosiologi. Ia membantu untuk mengubah sosiologi dari sebuah bidang spekulatif menjadi sebuah ilmu yang berbasis bukti. Durkheim juga merupakan salah satu pendiri sosiologi fungsionalis, yang berpendapat bahwa masyarakat adalah suatu sistem sosial yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berinteraksi dan saling bergantung.

Durkheim meninggal pada tahun 1917 di Paris, Prancis. Ia meninggalkan warisan intelektual yang sangat besar, dan pemikirannya masih terus dipelajari dan diperdebatkan hingga saat ini.

Salah satu pendiri jurnal sosiologi pertama, “L’Année Sociologique”.

Pada tahun 1898, Durkheim mendirikan jurnal sosiologi pertama, “L’Année Sociologique” (“Tahun Sosiologi”). Jurnal ini diterbitkan setiap tahun dan berisi artikel-artikel tentang berbagai topik sosiologi, termasuk pembagian kerja, agama, pendidikan, dan kejahatan.

“L’Année Sociologique” memainkan peran penting dalam mempromosikan sosiologi sebagai bidang akademis yang legitimate. Jurnal ini menerbitkan artikel-artikel dari para sosiolog terkemuka pada saat itu, termasuk Durkheim sendiri, Marcel Mauss, dan Célestin Bouglé. Jurnal ini juga membantu untuk menyebarkan pemikiran Durkheim tentang sosiologi ke seluruh dunia.

Selain menerbitkan artikel-artikel tentang sosiologi, “L’Année Sociologique” juga menerbitkan ulasan buku dan laporan tentang perkembangan sosiologi di berbagai negara. Jurnal ini juga menjadi forum diskusi bagi para sosiolog untuk berdebat tentang berbagai isu sosiologis.

“L’Année Sociologique” terbit hingga tahun 1925, ketika Durkheim meninggal. Setelah kematian Durkheim, jurnal ini diteruskan oleh Marcel Mauss dan Célestin Bouglé. Jurnal ini terus terbit hingga tahun 1940, ketika ditutup karena Perang Dunia II.

“L’Année Sociologique” adalah jurnal sosiologi yang sangat penting. Jurnal ini membantu untuk mempromosikan sosiologi sebagai bidang akademis yang legitimate dan menyebarkan pemikiran Durkheim tentang sosiologi ke seluruh dunia.

Meninggal di Paris, Prancis, pada tahun 1917.

Émile Durkheim meninggal pada tanggal 15 November 1917 di Paris, Prancis. Ia meninggal pada usia 59 tahun karena stroke. Durkheim dimakamkan di Pemakaman Montparnasse di Paris.

Kematian Durkheim merupakan kehilangan besar bagi dunia sosiologi. Ia adalah salah satu sosiolog paling berpengaruh pada masanya, dan pemikirannya masih terus dipelajari dan diperdebatkan hingga saat ini.

Durkheim meninggal di tengah Perang Dunia I. Perang ini berdampak besar pada kehidupan Durkheim. Ia melihat perang sebagai contoh konkret dari anomie, yaitu kehilangan norma dan nilai sosial. Durkheim percaya bahwa perang disebabkan oleh meningkatnya individualisme dan egoisme, dan ia khawatir bahwa perang akan menyebabkan disintegrasi sosial.

Durkheim juga khawatir tentang masa depan sosiologi. Ia melihat bahwa sosiologi sedang menghadapi tantangan dari berbagai disiplin ilmu lain, seperti psikologi dan ekonomi. Durkheim percaya bahwa sosiologi harus tetap menjadi disiplin ilmu yang independen, dan ia berharap bahwa sosiologi akan terus berkembang dan berkontribusi pada pemahaman kita tentang masyarakat.

Émile Durkheim adalah seorang sosiolog yang sangat penting. Ia membantu untuk mengubah sosiologi dari sebuah bidang spekulatif menjadi sebuah ilmu yang berbasis bukti. Durkheim juga merupakan salah satu pendiri sosiologi fungsionalis, yang berpendapat bahwa masyarakat adalah suatu sistem sosial yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berinteraksi dan saling bergantung. Pemikiran Durkheim masih terus dipelajari dan diperdebatkan hingga saat ini, dan ia dianggap sebagai salah satu sosiolog paling berpengaruh sepanjang masa.