Hitungan Orang Meninggal

Hitungan Orang Meninggal: Tradisi dan Maknanya

Kematian merupakan salah satu peristiwa penting dalam kehidupan manusia. Setiap agama memiliki pandangan dan cara tersendiri dalam menyikapi kematian. Dalam agama Islam, kematian merupakan awal dari kehidupan baru di akhirat. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh dan mendoakan orang yang telah meninggal.

Salah satu bentuk doa untuk orang yang telah meninggal adalah dengan mengadakan selamatan. Selamatan orang meninggal merupakan tradisi yang umum dilakukan oleh masyarakat Muslim di Indonesia, khususnya masyarakat Jawa. Selamatan orang meninggal biasanya dilakukan pada hari-hari tertentu, seperti hari pertama, tujuh hari, 40 hari, 100 hari, mendak pisan (1 tahun pertama), mendak pindo (2 tahun), haul, dan 1000 hari.

Pengertian Hitungan Orang Meninggal

Hitungan orang meninggal adalah cara untuk menentukan tanggal dan pasaran selamatan orang meninggal. Hitungan ini didasarkan pada perhitungan hari dan pasaran Jawa. Hari-hari dalam hitungan orang meninggal terdiri dari hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Pasaran dalam hitungan orang meninggal terdiri dari pasaran Pahing, Pon, Wage, Kliwon, Legi, dan Jumat Kliwon.

Rumus Hitungan Orang Meninggal

Rumus hitungan orang meninggal adalah sebagai berikut:

(Hari meninggal + 7) x 4 + 1 = Hari selamatan (Hari meninggal + 7) x 7 + 1 = Pasaran selamatan 

Misalnya, seseorang meninggal pada hari Minggu Pahing, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:

(Minggu + 7) x 4 + 1 = Kamis (Minggu + 7) x 7 + 1 = Jumat 

Jadi, selamatan orang tersebut jatuh pada hari Kamis Jumat.

Tujuan Hitungan Orang Meninggal

Tujuan hitungan orang meninggal adalah untuk memastikan bahwa selamatan orang meninggal dilakukan pada tanggal dan pasaran yang tepat. Hal ini penting untuk diperhatikan karena setiap tanggal dan pasaran memiliki makna tersendiri dalam tradisi orang Jawa.

Baca Juga  Terjemah Alala: Nadzom Akhlak dan Adab

Makna Tanggal Selamatan Orang Meninggal

Hari-hari dalam hitungan orang meninggal memiliki makna tersendiri, yaitu sebagai berikut:

  • Hari pertama: Hari pertama kematian merupakan hari yang paling penting. Pada hari ini, keluarga dan kerabat berkumpul untuk mendoakan almarhum.
  • Tujuh hari: Tujuh hari kematian merupakan hari untuk membersihkan diri almarhum dari dosa-dosanya.
  • Empat puluh hari: Empat puluh hari kematian merupakan hari untuk mendoakan almarhum agar diterima di sisi Allah SWT.
  • Seratus hari: Seratus hari kematian merupakan hari untuk mendoakan almarhum agar bisa berkumpul kembali dengan keluarga di akhirat.
  • Mendak pisan: Mendak pisan merupakan hari peringatan kematian pertama kali setelah 1 tahun.
  • Mendak pindo: Mendak pindo merupakan hari peringatan kematian kedua kali setelah 2 tahun.
  • Haul: Haul merupakan hari peringatan kematian setiap tahunnya.
  • Seribu hari: Seribu hari kematian merupakan hari peringatan kematian yang terakhir.

Makna Pasaran Selamatan Orang Meninggal

Pasaran dalam hitungan orang meninggal juga memiliki makna tersendiri, yaitu sebagai berikut:

  • Pahing: Pahing merupakan hari yang baik untuk mendoakan almarhum.
  • Pon: Pon merupakan hari yang baik untuk mendoakan almarhum agar bisa berkumpul kembali dengan keluarga di akhirat.
  • Wage: Wage merupakan hari yang baik untuk mendoakan almarhum agar bisa terbebas dari segala dosa.
  • Kliwon: Kliwon merupakan hari yang baik untuk mendoakan almarhum agar bisa mendapatkan rezeki yang berkah.
  • Legi: Legi merupakan hari yang baik untuk mendoakan almarhum agar bisa mendapatkan kebahagiaan di akhirat.
  • Jumat Kliwon: Jumat Kliwon merupakan hari yang paling baik untuk mendoakan almarhum.

Tradisi Selamatan Orang Meninggal

Selamatan orang meninggal biasanya dilakukan dengan mengadakan acara tahlilan. Acara tahlilan ini biasanya dihadiri oleh keluarga, kerabat, dan tetangga. Pada acara tahlilan, dibacakan surat Yasin, tahlil, dan doa untuk almarhum. Selain itu, biasanya juga disajikan makanan dan minuman untuk para tamu.

Baca Juga  Hasil Kongres Pemuda 1

Penutup

Hitungan orang meninggal merupakan tradisi yang penting dalam masyarakat Muslim di Indonesia, khususnya masyarakat Jawa. Hitungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa selamatan orang meninggal dilakukan pada tanggal dan pasaran yang tepat. Hal ini penting untuk diperhatikan karena setiap tanggal dan pasaran memiliki makna tersendiri dalam tradisi orang Jawa.

About

Check Also

Tugas Perawat Di Rumah Sakit Dalam Bahasa Inggris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *