Materi Fabel Kelas 7 Kurikulum 2013 Ppt

Materi Fabel Kelas 7 Kurikulum 2013 Ppt

Pengertian Fabel

Fabel adalah cerita yang bertokohkan hewan yang mempunyai watak dan perilaku seperti manusia. Fabel juga sering disebut dengan cerita binatang. Fabel biasanya mengajarkan suatu pesan moral atau amanat kepada pembaca.

Unsur-unsur Fabel

Unsur-unsur fabel terdiri dari:

  • Tokoh: Tokoh dalam fabel adalah hewan yang mempunyai watak dan perilaku seperti manusia.
  • Latar: Latar dalam fabel dapat berupa tempat, waktu, dan suasana.
  • Alur: Alur dalam fabel biasanya maju, mundur, atau campuran.
  • Sudut pandang: Sudut pandang dalam fabel biasanya orang ketiga serba tahu.
  • Gaya bahasa: Gaya bahasa dalam fabel biasanya menggunakan majas dan simbol.

Perbedaan Fabel dengan Cerita Binatang Lainnya

Fabel memiliki beberapa perbedaan dengan cerita binatang lainnya, yaitu:

  • Fabel mempunyai pesan moral atau amanat, sedangkan cerita binatang lainnya tidak selalu mempunyai pesan moral.
  • Tokoh dalam fabel mempunyai watak dan perilaku seperti manusia, sedangkan tokoh dalam cerita binatang lainnya tidak selalu mempunyai watak dan perilaku seperti manusia.
  • Latar dalam fabel biasanya berupa tempat, waktu, dan suasana, sedangkan latar dalam cerita binatang lainnya tidak selalu berupa tempat, waktu, dan suasana.
  • Alur dalam fabel biasanya maju, mundur, atau campuran, sedangkan alur dalam cerita binatang lainnya tidak selalu maju, mundur, atau campuran.
  • Sudut pandang dalam fabel biasanya orang ketiga serba tahu, sedangkan sudut pandang dalam cerita binatang lainnya tidak selalu orang ketiga serba tahu.
  • Gaya bahasa dalam fabel biasanya menggunakan majas dan simbol, sedangkan gaya bahasa dalam cerita binatang lainnya tidak selalu menggunakan majas dan simbol.

Contoh Fabel

Berikut adalah contoh fabel:

Kisah Kura-kura dan Kelinci

Dahulu kala, ada seekor kura-kura dan seekor kelinci yang hidup bertetangga. Kura-kura dikenal sebagai hewan yang lambat dan lamban, sedangkan kelinci dikenal sebagai hewan yang cepat dan gesit.

Suatu hari, kura-kura dan kelinci mengadakan lomba lari. Kelinci merasa yakin bahwa dia akan memenangkan lomba tersebut. Dia pun tertawa mengejek kura-kura yang lamban.

Kura-kura tidak marah mendengar ejekan kelinci. Dia tetap tenang dan mempersiapkan diri untuk lomba tersebut.

Pada hari lomba, kura-kura dan kelinci berlari dengan kencang. Kelinci berlari jauh di depan kura-kura.

Saat kelinci melihat bahwa dia sudah hampir sampai di garis finish, dia pun memutuskan untuk beristirahat sejenak. Dia pikir dia sudah pasti menang.

Kura-kura terus berlari dengan lambat tapi pasti. Dia tidak berhenti meskipun dia sudah jauh tertinggal dari kelinci.

Ketika kelinci terbangun, dia terkejut melihat bahwa kura-kura sudah berada di garis finish. Kelinci pun berusaha berlari secepat mungkin, tetapi dia sudah terlambat.

Kura-kura berhasil memenangkan lomba tersebut. Dia membuktikan bahwa walaupun dia lamban, dia tetap bisa memenangkan lomba jika dia tidak menyerah.

Moral dari cerita ini adalah:

  • Janganlah memandang rendah orang lain hanya karena penampilannya.
  • Janganlah sombong dan meremehkan orang lain.
  • Walaupun kita berbeda, kita tetap bisa saling menghargai.

Pembelajaran Fabel

Fabel dapat memberikan pembelajaran kepada pembaca, yaitu:

  • Nilai moral: Fabel dapat mengajarkan nilai moral kepada pembaca, seperti kejujuran, keadilan, kesetiaan, dan sebagainya.
  • Nilai budaya: Fabel dapat mengajarkan nilai budaya kepada pembaca, seperti adat istiadat, kepercayaan, dan sebagainya.
  • Nilai sosial: Fabel dapat mengajarkan nilai sosial kepada pembaca, seperti kebersamaan, kerja sama, dan sebagainya.

Penutup

Fabel adalah salah satu jenis cerita yang dapat memberikan pembelajaran kepada pembaca. Fabel dapat dijadikan sebagai media untuk menanamkan nilai-nilai moral, budaya, dan sosial kepada pembaca.