Breaking News

Niat Sholat Tarawih yang Benar Beserta Tata Caranya

Sholat Tarawih adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan selama bulan Ramadhan. Keutamaan mengerjakan sholat Tarawih sebagaimana sabda Rasulullah Saw. yang artinya, “Barangsiapa yang melaksanakan sholat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Untuk mendapatkan keutamaan tersebut, tentu saja kita harus melaksanakan sholat Tarawih dengan niat yang benar dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah Saw. Niat sholat Tarawih yang benar adalah sebagai berikut:

niat trawih

Niat sholat Tarawih yang benar sangat penting untuk mendapatkan keutamaan dari ibadah ini. Berikut 7 poin penting tentang niat sholat Tarawih:

  • Niat lillahi ta’ala
  • Dilaksanakan di bulan Ramadhan
  • Minimal 2 rakaat
  • Dikerjakan secara berjamaah
  • Mengikuti imam
  • Membaca niat sebelum takbiratul ihram
  • Berniat setiap rakaat

Dengan memperhatikan 7 poin penting tersebut, insya Allah sholat Tarawih kita akan diterima oleh Allah SWT dan mendapatkan keutamaan yang dijanjikan-Nya.

Niat lillahi ta’ala

Niat lillahi ta’ala adalah niat yang diniatkan karena Allah SWT semata. Dalam sholat Tarawih, niat lillahi ta’ala berarti kita melaksanakan sholat Tarawih semata-mata karena ingin taat kepada Allah SWT dan mengharap pahala dari-Nya.

  • Niat yang ikhlas

    Niat lillahi ta’ala harus ikhlas, yaitu tidak dicampuri dengan niat lainnya, seperti ingin dipuji atau ingin dilihat oleh orang lain.

  • Niat yang benar

    Niat lillahi ta’ala harus benar, yaitu sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Niat yang benar untuk sholat Tarawih adalah sebagai berikut:

    “Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

  • Niat yang diteguhkan

    Niat lillahi ta’ala harus diteguhkan, yaitu tidak ragu-ragu atau bimbang. Niat yang diteguhkan akan membuat kita lebih fokus dan khusyuk dalam melaksanakan sholat Tarawih.

  • Niat yang diamalkan

    Niat lillahi ta’ala harus diamalkan, yaitu dengan melaksanakan sholat Tarawih sesuai dengan niat yang telah kita ucapkan. Niat yang diamalkan akan membuat sholat Tarawih kita menjadi lebih bernilai dan berpahala.

Dengan memperhatikan keempat poin penting tersebut, insya Allah niat lillahi ta’ala kita dalam melaksanakan sholat Tarawih akan diterima oleh Allah SWT dan mendapatkan keutamaan yang dijanjikan-Nya.

Dilaksanakan di bulan Ramadhan

Sholat Tarawih adalah ibadah sunnah yang khusus dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Hal ini berdasarkan pada sabda Rasulullah SAW yang artinya, “Siapa saja yang melaksanakan sholat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pelaksanaan sholat Tarawih di bulan Ramadhan memiliki beberapa keutamaan, di antaranya:

  • Mendapatkan pahala yang besar
    Sholat Tarawih di bulan Ramadhan pahalanya sangat besar. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang melaksanakan sholat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).
  • Diampuni dosa-dosanya
    Sholat Tarawih di bulan Ramadhan dapat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kita. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang melaksanakan sholat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).
  • Didekatkan kepada Allah SWT
    Sholat Tarawih di bulan Ramadhan dapat menjadi sebab kita didekatkan kepada Allah SWT. Ketika kita melaksanakan sholat Tarawih, kita sedang mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara beribadah kepada-Nya.
  • Meningkatkan keimanan dan ketakwaan
    Sholat Tarawih di bulan Ramadhan dapat menjadi sebab meningkatnya keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Ketika kita melaksanakan sholat Tarawih, kita sedang merenungkan kebesaran Allah SWT dan keagungan-Nya.

Oleh karena itu, marilah kita bersemangat untuk melaksanakan sholat Tarawih di bulan Ramadhan. Semoga dengan melaksanakan sholat Tarawih, kita mendapatkan pahala yang besar, diampuni dosa-dosa kita, didekatkan kepada Allah SWT, dan meningkat keimanan dan ketakwaan kita.

Minimal 2 rakaat

Sholat Tarawih minimal dilaksanakan sebanyak 2 rakaat. Hal ini berdasarkan pada hadits Rasulullah SAW yang artinya, “Rasulullah SAW melaksanakan sholat Tarawih di bulan Ramadhan sebanyak 2 rakaat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Namun, pelaksanaan sholat Tarawih tidak dibatasi hanya 2 rakaat saja. Rasulullah SAW juga pernah melaksanakan sholat Tarawih sebanyak 8 rakaat, 10 rakaat, bahkan 20 rakaat. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada batasan maksimal dalam melaksanakan sholat Tarawih.

Jumlah rakaat sholat Tarawih yang dianjurkan adalah 8 rakaat atau 20 rakaat. Namun, jika seseorang tidak mampu melaksanakan sholat Tarawih sebanyak itu, maka boleh melaksanakan sholat Tarawih sebanyak 2 rakaat saja.

Yang terpenting dalam melaksanakan sholat Tarawih adalah niat yang ikhlas dan mengharapkan pahala dari Allah SWT. Meskipun hanya dilaksanakan 2 rakaat, jika diniatkan dengan ikhlas dan mengharapkan pahala dari Allah SWT, maka sholat Tarawih tersebut tetap bernilai ibadah dan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Oleh karena itu, marilah kita melaksanakan sholat Tarawih meskipun hanya 2 rakaat saja. Semoga dengan melaksanakan sholat Tarawih, kita mendapatkan pahala yang besar, diampuni dosa-dosa kita, didekatkan kepada Allah SWT, dan meningkat keimanan dan ketakwaan kita.

Dikerjakan secara berjamaah

Sholat Tarawih dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah. Hal ini berdasarkan pada sabda Rasulullah SAW yang artinya, “Sholat berjamaah lebih utama daripada sholat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  • Mendapatkan pahala yang lebih besar

    Sholat Tarawih yang dikerjakan secara berjamaah pahalanya lebih besar daripada sholat Tarawih yang dikerjakan sendirian. Hal ini berdasarkan pada sabda Rasulullah SAW yang artinya, “Sholat berjamaah lebih utama daripada sholat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  • Meningkatkan kebersamaan dan ukhuwah Islamiah

    Sholat Tarawih yang dikerjakan secara berjamaah dapat meningkatkan kebersamaan dan ukhuwah Islamiah di antara sesama umat Islam. Ketika kita melaksanakan sholat Tarawih secara berjamaah, kita akan merasa lebih dekat dengan saudara-saudara kita sesama umat Islam.

  • Menambah semangat dalam beribadah

    Sholat Tarawih yang dikerjakan secara berjamaah dapat menambah semangat kita dalam beribadah. Ketika kita melihat saudara-saudara kita sesama umat Islam semangat dalam melaksanakan sholat Tarawih, maka kita juga akan merasa semangat untuk melaksanakan sholat Tarawih.

  • Menjaga kekhusyukan dalam sholat

    Sholat Tarawih yang dikerjakan secara berjamaah dapat membantu kita menjaga kekhusyukan dalam sholat. Ketika kita melihat imam dan jamaah lainnya khusyuk dalam melaksanakan sholat, maka kita juga akan merasa khusyuk dalam melaksanakan sholat.

Oleh karena itu, marilah kita bersemangat untuk melaksanakan sholat Tarawih secara berjamaah di masjid atau mushola. Semoga dengan melaksanakan sholat Tarawih secara berjamaah, kita mendapatkan pahala yang lebih besar, meningkatkan kebersamaan dan ukhuwah Islamiah, menambah semangat dalam beribadah, dan menjaga kekhusyukan dalam sholat.

Mengikuti imam

Ketika melaksanakan sholat Tarawih secara berjamaah, kita wajib mengikuti imam. Hal ini berdasarkan pada sabda Rasulullah SAW yang artinya, “Makmum tidak boleh mendahului imam dalam rukuk, sujud, atau apa pun dari gerakan sholat. Jika imam mengangkat kepalanya dari sujud, maka angkatlah kepalamu. Jika imam berdiri, maka berdirilah, dan jika imam mengucapkan salam, maka ucapkanlah salam.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mengikuti imam dalam sholat Tarawih:

  • Niat mengikuti imam
    Sebelum memulai sholat Tarawih, kita harus berniat untuk mengikuti imam. Niat ini diucapkan dalam hati.
  • Takbiratul ihram
    Ketika imam mengucapkan takbiratul ihram, kita juga harus mengucapkan takbiratul ihram.
  • Membaca doa iftitah
    Setelah takbiratul ihram, kita membaca doa iftitah. Doa iftitah dibaca secara jahr (keras) pada rakaat pertama.
  • Membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek
    Setelah membaca doa iftitah, kita membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek. Surat Al-Fatihah dibaca pada setiap rakaat, sedangkan surat pendek dibaca pada rakaat pertama dan ketiga.
  • Rukuk, sujud, dan gerakan sholat lainnya
    Kita harus mengikuti gerakan sholat yang dilakukan oleh imam. Ketika imam rukuk, kita juga harus rukuk. Ketika imam sujud, kita juga harus sujud. Begitu seterusnya.
  • Mengucapkan amin
    Ketika imam membaca doa qunut, kita mengucapkan amin.
  • Salam
    Ketika imam mengucapkan salam, kita juga mengucapkan salam.

Dengan mengikuti imam dalam sholat Tarawih, kita akan mendapatkan pahala yang lebih besar dan sholat kita akan lebih sempurna.

Oleh karena itu, marilah kita mengikuti imam dengan baik ketika melaksanakan sholat Tarawih secara berjamaah.

Membaca niat sebelum takbiratul ihram

Niat sholat Tarawih harus dibaca sebelum takbiratul ihram. Hal ini berdasarkan pada sabda Rasulullah SAW yang artinya, “Setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Niat sholat Tarawih dibaca dalam hati. Tidak ada lafal khusus yang harus diucapkan. Namun, secara umum, niat sholat Tarawih dapat diucapkan sebagai berikut:

“Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Niat sholat Tarawih harus diucapkan dengan jelas dan mantap. Hal ini bertujuan agar niat kita benar-benar tulus dan ikhlas karena Allah SWT.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membaca niat sholat Tarawih:

  • Niat harus diucapkan sebelum takbiratul ihram.
  • Niat tidak boleh diucapkan setelah takbiratul ihram.
  • Niat harus diucapkan dengan jelas dan mantap.
  • Niat harus diucapkan dengan tulus dan ikhlas karena Allah SWT.

Dengan membaca niat sebelum takbiratul ihram, insya Allah sholat Tarawih kita akan diterima oleh Allah SWT dan mendapatkan pahala yang besar.

Oleh karena itu, jangan lupa untuk membaca niat sebelum takbiratul ihram ketika melaksanakan sholat Tarawih.

Berniat setiap rakaat

Ketika melaksanakan sholat Tarawih, kita harus berniat setiap rakaat. Hal ini berdasarkan pada sabda Rasulullah SAW yang artinya, “Setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Niat setiap rakaat sholat Tarawih dapat diucapkan dalam hati. Tidak ada lafal khusus yang harus diucapkan. Namun, secara umum, niat setiap rakaat sholat Tarawih dapat diucapkan sebagai berikut:

“Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala pada rakaat pertama.”

“Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala pada rakaat kedua.”

Dan seterusnya.

Niat setiap rakaat sholat Tarawih harus diucapkan dengan jelas dan mantap. Hal ini bertujuan agar niat kita benar-benar tulus dan ikhlas karena Allah SWT.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika berniat setiap rakaat sholat Tarawih:

  • Niat setiap rakaat harus diucapkan sebelum takbiratul ihram.
  • Niat setiap rakaat tidak boleh diucapkan setelah takbiratul ihram.
  • Niat setiap rakaat harus diucapkan dengan jelas dan mantap.
  • Niat setiap rakaat harus diucapkan dengan tulus dan ikhlas karena Allah SWT.

Dengan berniat setiap rakaat sholat Tarawih, insya Allah sholat Tarawih kita akan diterima oleh Allah SWT dan mendapatkan pahala yang besar.

Oleh karena itu, jangan lupa untuk berniat setiap rakaat ketika melaksanakan sholat Tarawih.