Selasa , Februari 27 2024

Orang yang Berhak Menerima Zakat disebut?

Zakat adalah salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh umat Muslim. Zakat sendiri merupakan sebagian kecil dari harta yang diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Lantas, siapa saja orang-orang yang berhak menerima zakat?

Orang-orang yang berhak menerima zakat disebut mustahik. Mustahik adalah kelompok orang yang memenuhi kriteria tertentu yang ditetapkan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits. Menurut Al-Qur’an, mustahik zakat meliputi delapan golongan, yaitu:

Selanjutnya, dalam Al-Hadits, Rasulullah SAW juga menjelaskan tentang kriteria mustahik zakat. Beliau bersabda: “Zakat itu wajib diberikan kepada fakir, miskin, amil zakat, mualaf, budak, orang yang berutang, fisabilillah, dan orang yang sedang dalam perjalanan.

orang yang berhak menerima zakat disebut

Dalam Islam, orang yang berhak menerima zakat disebut mustahik. Berikut adalah 7 poin penting tentang mustahik zakat:

  • Delapan golongan
  • Fakir dan miskin
  • Amil zakat
  • Mualaf
  • Budak
  • Orang berutang
  • Fi sabilillah

Mustahik zakat adalah orang-orang yang berhak menerima zakat karena memenuhi kriteria tertentu yang ditetapkan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Delapan golongan

Dalam Al-Qur’an, surat At-Taubah ayat 60 disebutkan delapan golongan yang berhak menerima zakat, yaitu:

  1. Fakir: Orang yang tidak memiliki harta dan pekerjaan, sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.
  2. Miskin: Orang yang memiliki harta dan pekerjaan, tetapi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.
  3. Amil zakat: Orang yang bertugas mengumpulkan, mengelola, dan menyalurkan zakat.
  4. Mualaf: Orang yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan imannya.
  5. Budak: Orang yang tidak memiliki kebebasan dan bekerja untuk tuannya.
  6. Orang yang berutang: Orang yang memiliki utang yang tidak mampu dibayarkan.
  7. Fi sabilillah: Orang yang berjuang di jalan Allah, seperti pejuang, mujahid, dan dai.
  8. Orang yang sedang dalam perjalanan: Orang yang sedang bepergian jauh dan kehabisan bekal.

Delapan golongan tersebut merupakan orang-orang yang berhak menerima zakat karena mereka memenuhi kriteria yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an. Dengan memberikan zakat kepada mereka, diharapkan dapat membantu meringankan beban hidup mereka dan meningkatkan kesejahteraan sosial.

Selain delapan golongan tersebut, Rasulullah SAW juga menyebutkan beberapa kelompok lain yang berhak menerima zakat, seperti:

  • Ibnu sabil: Orang yang sedang dalam perjalanan jauh dan kehabisan bekal.
  • Gharimin: Orang yang memiliki utang yang tidak mampu dibayarkan.
  • Riqab: Budak yang ingin memerdekakan diri.
  • Fisabilillah: Orang yang berjuang di jalan Allah, seperti pejuang, mujahid, dan dai.

Fakir dan miskin

Fakir dan miskin merupakan dua golongan yang paling utama berhak menerima zakat. Fakir adalah orang yang tidak memiliki harta dan pekerjaan, sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidupnya. Sedangkan miskin adalah orang yang memiliki harta dan pekerjaan, tetapi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.

Dalam Al-Qur’an, surat Adz-Dzariyat ayat 19 disebutkan: “Berikanlah zakat kepada orang-orang fakir dan miskin, dan amil zakat, dan mualaf yang dilunakkan hatinya, dan untuk memerdekakan budak, dan untuk orang yang berutang, dan untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan.

Ayat tersebut menunjukkan bahwa fakir dan miskin merupakan golongan yang paling utama berhak menerima zakat. Hal ini karena mereka tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya sendiri. Dengan memberikan zakat kepada mereka, diharapkan dapat membantu meringankan beban hidup mereka dan meningkatkan kesejahteraan sosial.

Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda: “Sedekah itu menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)

Hadits tersebut menunjukkan bahwa memberikan zakat kepada fakir dan miskin tidak hanya membantu mereka secara materi, tetapi juga dapat menghapus dosa-dosa kita. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk menunaikan zakat kepada fakir dan miskin.

Untuk mengetahui apakah seseorang termasuk fakir atau miskin, dapat dilihat dari beberapa indikator, seperti:

  • Tingkat pendapatan
  • Jumlah harta kekayaan
  • Jumlah tanggungan keluarga
  • Kondisi tempat tinggal
  • Kondisi kesehatan

Amil zakat

Amil zakat adalah orang yang bertugas mengumpulkan, mengelola, dan menyalurkan zakat. Mereka berhak menerima zakat sebagai imbalan atas pekerjaan mereka.

Dalam Al-Qur’an, surat At-Taubah ayat 60 disebutkan: “Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mualaf yang dilunakkan hatinya, untuk (memerdekakan) budak, untuk orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan. (Itulah) ketetapan Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Ayat tersebut menunjukkan bahwa amil zakat termasuk salah satu golongan yang berhak menerima zakat. Hal ini karena mereka memiliki peran penting dalam pengelolaan dan penyaluran zakat.

Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda: “Berikanlah upah kepada amil zakat dari harta zakat.” (HR. Abu Dawud)

Hadits tersebut menunjukkan bahwa amil zakat berhak menerima upah atas pekerjaan mereka. Upah tersebut dapat diambil dari harta zakat yang terkumpul.

Besaran upah yang diberikan kepada amil zakat tidak ditentukan secara pasti. Namun, umumnya amil zakat menerima upah sebesar 2,5% dari harta zakat yang terkumpul.

Persyaratan menjadi amil zakat antara lain:

  • Muslim
  • Baligh
  • Berakal
  • Adil
  • Amanah
  • Mengetahui tentang zakat

Mualaf

Mualaf adalah orang yang baru masuk Islam. Mereka berhak menerima zakat karena mereka membutuhkan bantuan untuk menguatkan imannya.

Dalam Al-Qur’an, surat At-Taubah ayat 60 disebutkan: “Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mualaf yang dilunakkan hatinya, untuk (memerdekakan) budak, untuk orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan. (Itulah) ketetapan Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Ayat tersebut menunjukkan bahwa mualaf termasuk salah satu golongan yang berhak menerima zakat. Hal ini karena mereka membutuhkan bantuan untuk menguatkan imannya.

Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda: “Berikanlah kepada mualaf sesuatu yang dapat menguatkan imannya.” (HR. Abu Dawud)

Hadits tersebut menunjukkan bahwa mualaf berhak menerima bantuan dari umat Islam, termasuk zakat.

Bantuan yang diberikan kepada mualaf dapat berupa:

  • Uang
  • Makanan
  • Pakaian
  • Tempat tinggal
  • Pendidikan
  • Keterampilan

Dengan memberikan bantuan kepada mualaf, diharapkan dapat membantu mereka untuk lebih mengenal Islam dan menguatkan imannya.

Budak

Budak adalah orang yang tidak memiliki kebebasan dan bekerja untuk tuannya. Mereka berhak menerima zakat karena mereka membutuhkan bantuan untuk memerdekakan diri.

  • Budak yang ingin memerdekakan diri

    Budak yang ingin memerdekakan diri berhak menerima zakat. Hal ini karena mereka membutuhkan bantuan untuk membayar tebusan kepada tuannya.

  • Budak yang tidak mampu bekerja

    Budak yang tidak mampu bekerja karena sakit atau usia tua berhak menerima zakat. Hal ini karena mereka tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.

  • Budak yang dizalimi oleh tuannya

    Budak yang dizalimi oleh tuannya berhak menerima zakat. Hal ini karena mereka membutuhkan bantuan untuk mendapatkan keadilan dan perlindungan.

  • Budak yang melarikan diri dari tuannya

    Budak yang melarikan diri dari tuannya karena tidak tahan dengan perlakuan yang zalim berhak menerima zakat. Hal ini karena mereka membutuhkan bantuan untuk mendapatkan tempat tinggal dan pekerjaan baru.

Dengan memberikan zakat kepada budak, diharapkan dapat membantu mereka untuk memerdekakan diri dan meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

Orang berutang

Orang yang berutang berhak menerima zakat karena mereka membutuhkan bantuan untuk melunasi utangnya.

  • Orang yang berutang karena kebutuhan pokok

    Orang yang berutang karena kebutuhan pokok, seperti biaya pengobatan, biaya pendidikan, atau biaya makan, berhak menerima zakat. Hal ini karena mereka tidak memiliki kemampuan untuk membayar utangnya sendiri.

  • Orang yang berutang karena bencana alam

    Orang yang berutang karena bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, atau kebakaran, berhak menerima zakat. Hal ini karena mereka tidak memiliki kemampuan untuk membayar utangnya sendiri.

  • Orang yang berutang karena ditipu

    Orang yang berutang karena ditipu oleh pihak lain berhak menerima zakat. Hal ini karena mereka menjadi korban ketidakadilan dan membutuhkan bantuan untuk melunasi utangnya.

  • Orang yang berutang untuk modal usaha

    Orang yang berutang untuk modal usaha berhak menerima zakat. Hal ini karena mereka membutuhkan bantuan untuk mengembangkan usahanya dan meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

Dengan memberikan zakat kepada orang yang berutang, diharapkan dapat membantu mereka untuk melunasi utangnya dan meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

Fi sabilillah

Fi sabilillah artinya “di jalan Allah”. Orang yang berjuang di jalan Allah berhak menerima zakat karena mereka membutuhkan bantuan untuk menjalankan perjuangannya.

Dalam Al-Qur’an, surat At-Taubah ayat 60 disebutkan: “Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mualaf yang dilunakkan hatinya, untuk (memerdekakan) budak, untuk orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan. (Itulah) ketetapan Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Ayat tersebut menunjukkan bahwa fi sabilillah termasuk salah satu golongan yang berhak menerima zakat. Hal ini karena mereka berjuang di jalan Allah.

Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda: “Barang siapa yang berperang di jalan Allah, maka ia berhak mendapatkan jaminan dari Allah, baik ia menang maupun kalah.” (HR. Bukhari)

Hadits tersebut menunjukkan bahwa orang yang berjuang di jalan Allah berhak mendapatkan bantuan dari umat Islam, termasuk zakat.

Bantuan yang diberikan kepada orang yang berjuang di jalan Allah dapat berupa:

  • Uang
  • Makanan
  • Pakaian
  • Senjata
  • Pelatihan
  • Perawatan kesehatan

Dengan memberikan bantuan kepada orang yang berjuang di jalan Allah, diharapkan dapat membantu mereka untuk memenangkan perjuangannya dan menegakkan agama Islam.