Pada Roda Dan Poros Gaya Beban Biasanya Dikerjakan Oleh

Pada Roda dan Poros Gaya Beban Biasanya Dikerjakan Oleh

Roda berporos adalah pesawat sederhana yang terdiri dari dua buah silinder dengan jari-jari yang berbeda dan bergabung di pusatnya. Silinder berjari-jari besar dinamakan roda dan silinder berjari-jari kecil dinamakan poros.

Prinsip kerja roda berporos adalah gaya kuasa biasanya bekerja pada roda yang besar, gaya beban bekerja pada roda yang lebih kecil. Hal ini dikarenakan gaya kuasa yang bekerja pada roda besar akan diteruskan ke poros dan kemudian ke roda kecil.

Dengan demikian, pada roda dan poros, gaya beban biasanya dikerjakan oleh poros. Hal ini karena poros memiliki jari-jari yang lebih kecil daripada roda. Dengan demikian, gaya beban yang bekerja pada poros akan menjadi lebih besar daripada gaya kuasa yang bekerja pada roda.

Berikut adalah contoh penerapan roda berporos dalam kehidupan sehari-hari:

  • Gerobak atau pedati
  • Roda sepeda
  • Setir mobil
  • Bor tangan
  • Gerinda
  • Setir kapal
  • Roda kendaraan

Pada semua contoh tersebut, gaya beban bekerja pada poros. Hal ini dikarenakan poros memiliki jari-jari yang lebih kecil daripada roda. Dengan demikian, poros dapat menopang beban yang lebih besar.

Selain itu, roda berporos juga memiliki keuntungan mekanis (KM). KM roda berporos dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut:

KM = r1 / r2 

Keterangan:

  • KM = keuntungan mekanis
  • r1 = jari-jari roda
  • r2 = jari-jari poros

Dari rumus tersebut, dapat disimpulkan bahwa KM roda berporos berbanding terbalik dengan perbandingan jari-jari roda dan poros. Dengan demikian, semakin besar perbandingan jari-jari roda dan poros, maka semakin kecil KM roda berporos.

Namun, semakin kecil KM roda berporos, maka semakin besar gaya beban yang dapat ditopang. Hal ini dikarenakan gaya beban yang bekerja pada poros akan menjadi lebih besar.