Rukun Iman Ada 6: Ketahui Makna dan Penjelasannya

Rukun iman merupakan salah satu pokok ajaran dalam agama Islam yang wajib diimani oleh setiap muslim. Rukun iman ada 6, yaitu iman kepada Allah SWT, iman kepada malaikat-malaikat-Nya, iman kepada kitab-kitab-Nya, iman kepada rasul-rasul-Nya, iman kepada hari akhir, dan iman kepada qada dan qadar.

Keenam rukun iman ini saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Iman kepada Allah SWT adalah dasar dari semua rukun iman lainnya. Jika seseorang tidak beriman kepada Allah SWT, maka ia tidak akan dapat beriman kepada malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan qada dan qadar. Begitu juga sebaliknya, jika seseorang beriman kepada Allah SWT, maka ia pasti akan beriman kepada malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan qada dan qadar.

Keenam rukun iman ini merupakan pondasi dasar dalam agama Islam. Dengan memahami dan mengimani keenam rukun iman ini, seorang muslim akan memiliki keyakinan yang kuat dan teguh terhadap ajaran Islam. Iman kepada Allah SWT akan membuat seorang muslim selalu bersyukur dan bertawakal kepada-Nya. Iman kepada malaikat-malaikat-Nya akan membuat seorang muslim selalu berhati-hati dalam bertindak dan berkata-kata. Iman kepada kitab-kitab-Nya akan membuat seorang muslim selalu membaca dan mempelajari Al-Qur’an dan kitab-kitab suci lainnya. Iman kepada rasul-rasul-Nya akan membuat seorang muslim selalu mengikuti sunnah dan mendengarkan nasihat mereka. Iman kepada hari akhir akan membuat seorang muslim selalu mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian dan kehidupan setelah kematian. Iman kepada qada dan qadar akan membuat seorang muslim selalu menerima ketentuan Allah SWT dengan lapang dada.

Rukun Iman Ada

Berikut ini adalah 6 poin penting tentang rukun iman:

  • 6 pokok ajaran Islam
  • Wajib diimani umat Islam
  • Dasar keyakinan Muslim
  • Saling berkaitan
  • Tidak dapat dipisahkan
  • Pondasi dasar agama Islam

Keenam rukun iman ini merupakan pondasi dasar dalam agama Islam. Dengan memahami dan mengimani keenam rukun iman ini, seorang muslim akan memiliki keyakinan yang kuat dan teguh terhadap ajaran Islam.

6 pokok ajaran Islam

Keenam pokok ajaran Islam yang terkait dengan rukun iman adalah sebagai berikut:

  • Iman kepada Allah SWT

    Iman kepada Allah SWT adalah dasar dari semua rukun iman lainnya. Seorang muslim wajib beriman bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan selain Allah SWT. Allah SWT adalah pencipta dan penguasa alam semesta. Dialah yang menciptakan manusia dan segala isinya. Dialah yang mengatur kehidupan dan kematian manusia. Dialah yang menentukan rezeki dan jodoh manusia. Dialah yang akan memberikan balasan kepada manusia atas perbuatannya di dunia ini dan di akhirat nanti.

  • Iman kepada malaikat-malaikat-Nya

    Malaikat adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang terbuat dari cahaya. Malaikat tidak memiliki nafsu dan hawa nafsu seperti manusia. Malaikat selalu taat kepada Allah SWT dan tidak pernah membangkang. Malaikat memiliki tugas-tugas tertentu yang diberikan oleh Allah SWT, seperti menyampaikan wahyu kepada para nabi dan rasul, mencabut nyawa manusia, dan menjaga pintu-pintu surga dan neraka.

  • Iman kepada kitab-kitab-Nya

    Kitab-kitab suci adalah wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada para nabi dan rasul-Nya. Kitab-kitab suci berisi perintah dan larangan Allah SWT, kisah-kisah para nabi dan rasul, serta janji-janji Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. Kitab-kitab suci yang wajib diimani oleh umat Islam adalah Al-Qur’an, Taurat, Zabur, dan Injil.

  • Iman kepada rasul-rasul-Nya

    Rasul adalah manusia pilihan Allah SWT yang diberi wahyu untuk disampaikan kepada umat manusia. Rasul bertugas untuk mengajarkan agama Allah SWT kepada manusia, membimbing manusia ke jalan yang benar, dan menyampaikan kabar gembira dan peringatan kepada manusia. Rasul-rasul yang wajib diimani oleh umat Islam adalah Nabi Muhammad SAW, Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS, dan masih banyak rasul lainnya.

  • Iman kepada hari akhir

    Hari akhir adalah hari ketika seluruh alam semesta akan hancur dan manusia akan dibangkitkan dari kubur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di dunia. Pada hari akhir, manusia akan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang masuk surga dan kelompok yang masuk neraka. Kelompok yang masuk surga adalah kelompok yang beriman kepada Allah SWT, rasul-rasul-Nya, kitab-kitab-Nya, malaikat-malaikat-Nya, hari akhir, dan qada dan qadar. Sedangkan kelompok yang masuk neraka adalah kelompok yang tidak beriman kepada Allah SWT, rasul-rasul-Nya, kitab-kitab-Nya, malaikat-malaikat-Nya, hari akhir, dan qada dan qadar.

  • Iman kepada qada dan qadar

    Qada adalah ketetapan Allah SWT tentang segala sesuatu yang terjadi di alam semesta. Qadar adalah pelaksanaan dari ketetapan Allah SWT tersebut. Qada dan qadar merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan. Qada adalah rencana Allah SWT, sedangkan qadar adalah pelaksanaan rencana tersebut. Seorang muslim wajib beriman kepada qada dan qadar, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan. Iman kepada qada dan qadar akan membuat seorang muslim selalu bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diterimanya dan selalu sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan.

Keenam rukun iman ini saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Iman kepada Allah SWT adalah dasar dari semua rukun iman lainnya. Jika seseorang tidak beriman kepada Allah SWT, maka ia tidak akan dapat beriman kepada malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan qada dan qadar. Begitu juga sebaliknya, jika seseorang beriman kepada Allah SWT, maka ia pasti akan beriman kepada malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan qada dan qadar.

Wajib diimani umat Islam

Rukun iman wajib diimani oleh seluruh umat Islam. Iman kepada Allah SWT, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan qada dan qadar merupakan dasar dari ajaran Islam. Seorang muslim yang tidak beriman kepada salah satu rukun iman tersebut, maka ia tidak dapat dikatakan sebagai muslim yang sejati.

Ada beberapa alasan mengapa rukun iman wajib diimani oleh umat Islam. Pertama, rukun iman merupakan perintah Allah SWT. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, berimanlah kepada Allah, rasul-rasul-Nya, kitab-kitab-Nya, malaikat-malaikat-Nya, hari kemudian, dan takdir yang baik dan yang buruk. Barangsiapa yang mengingkari Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan takdir yang baik dan buruk, maka sesungguhnya ia telah sesat sejauh-jauhnya.” (QS. An-Nisa: 136).

Kedua, rukun iman merupakan dasar dari ibadah. Seorang muslim tidak dapat melaksanakan ibadah dengan benar jika ia tidak beriman kepada rukun iman. Misalnya, seorang muslim tidak dapat melaksanakan shalat jika ia tidak beriman kepada Allah SWT. Seorang muslim tidak dapat berpuasa jika ia tidak beriman kepada hari akhir. Seorang muslim tidak dapat berzakat jika ia tidak beriman kepada qada dan qadar.

Ketiga, rukun iman merupakan sumber ketenangan hati. Seorang muslim yang beriman kepada rukun iman akan merasa tenang dan tentram dalam hidupnya. Ia yakin bahwa Allah SWT selalu bersamanya dan akan selalu menolongnya dalam keadaan apapun. Ia yakin bahwa malaikat-malaikat-Nya selalu menjaganya dan menyampaikan doanya kepada Allah SWT. Ia yakin bahwa kitab-kitab suci yang diturunkan Allah SWT berisi petunjuk dan bimbingan untuk hidupnya. Ia yakin bahwa rasul-rasul yang diutus Allah SWT adalah orang-orang pilihan yang menyampaikan kebenaran. Ia yakin bahwa hari akhir pasti akan datang dan ia akan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya di dunia ini. Ia yakin bahwa qada dan qadar adalah ketetapan Allah SWT yang harus diterima dengan lapang dada.

Oleh karena itu, rukun iman wajib diimani oleh seluruh umat Islam. Iman kepada Allah SWT, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan qada dan qadar merupakan dasar dari ajaran Islam dan sumber ketenangan hati bagi seorang muslim.

Dasar keyakinan Muslim

Rukun iman merupakan dasar keyakinan seorang muslim. Seorang muslim yang tidak beriman kepada rukun iman, maka ia tidak dapat dikatakan sebagai muslim yang sejati. Rukun iman menjadi landasan bagi seorang muslim dalam menjalankan hidupnya. Rukun iman juga menjadi sumber kekuatan dan motivasi bagi seorang muslim dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

Ada beberapa alasan mengapa rukun iman menjadi dasar keyakinan seorang muslim. Pertama, rukun iman bersumber dari wahyu Allah SWT. Rukun iman diajarkan oleh Allah SWT melalui para nabi dan rasul-Nya. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, berimanlah kepada Allah, rasul-rasul-Nya, kitab-kitab-Nya, malaikat-malaikat-Nya, hari kemudian, dan takdir yang baik dan yang buruk. Barangsiapa yang mengingkari Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan takdir yang baik dan buruk, maka sesungguhnya ia telah sesat sejauh-jauhnya.” (QS. An-Nisa: 136).

Kedua, rukun iman sesuai dengan akal sehat. Rukun iman tidak bertentangan dengan akal sehat manusia. Seorang muslim yang berakal sehat pasti akan mengakui keberadaan Allah SWT, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan qada dan qadar. Misalnya, seorang muslim yang berakal sehat pasti akan mengakui bahwa alam semesta ini tidak mungkin terjadi dengan sendirinya. Pasti ada pencipta yang menciptakan alam semesta ini. Pencipta alam semesta tersebut adalah Allah SWT.

Ketiga, rukun iman membawa manfaat bagi kehidupan manusia. Iman kepada rukun iman akan membuat seorang muslim menjadi pribadi yang lebih baik. Seorang muslim yang beriman kepada Allah SWT akan selalu bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diterimanya. Seorang muslim yang beriman kepada malaikat-malaikat-Nya akan selalu berhati-hati dalam bertindak dan berkata-kata. Seorang muslim yang beriman kepada kitab-kitab-Nya akan selalu membaca dan mempelajari Al-Qur’an dan kitab-kitab suci lainnya. Seorang muslim yang beriman kepada rasul-rasul-Nya akan selalu mengikuti sunnah dan mendengarkan nasihat mereka. Seorang muslim yang beriman kepada hari akhir akan selalu mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian dan kehidupan setelah kematian. Seorang muslim yang beriman kepada qada dan qadar akan selalu menerima ketentuan Allah SWT dengan lapang dada.

Oleh karena itu, rukun iman menjadi dasar keyakinan seorang muslim. Rukun iman bersumber dari wahyu Allah SWT, sesuai dengan akal sehat, dan membawa manfaat bagi kehidupan manusia.

Saling berkaitan

Rukun iman saling berkaitan satu sama lain. Artinya, tidak ada satu pun rukun iman yang berdiri sendiri. Keenam rukun iman tersebut saling terkait dan tidak dapat dipisahkan. Jika seseorang tidak beriman kepada salah satu rukun iman, maka ia tidak dapat dikatakan sebagai muslim yang sejati.

  • Iman kepada Allah SWT

    Iman kepada Allah SWT adalah dasar dari semua rukun iman lainnya. Jika seseorang tidak beriman kepada Allah SWT, maka ia tidak akan dapat beriman kepada malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan qada dan qadar. Allah SWT adalah pencipta dan penguasa alam semesta. Dialah yang menciptakan manusia dan segala isinya. Dialah yang mengatur kehidupan dan kematian manusia. Dialah yang menentukan rezeki dan jodoh manusia. Dialah yang akan memberikan balasan kepada manusia atas perbuatannya di dunia ini dan di akhirat nanti.

  • Iman kepada malaikat-malaikat-Nya

    Malaikat adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang terbuat dari cahaya. Malaikat tidak memiliki nafsu dan hawa nafsu seperti manusia. Malaikat selalu taat kepada Allah SWT dan tidak pernah membangkang. Malaikat memiliki tugas-tugas tertentu yang diberikan oleh Allah SWT, seperti menyampaikan wahyu kepada para nabi dan rasul, mencabut nyawa manusia, dan menjaga pintu-pintu surga dan neraka. Iman kepada malaikat-malaikat Allah SWT merupakan konsekuensi dari iman kepada Allah SWT. Jika seseorang beriman kepada Allah SWT, maka ia pasti akan beriman kepada malaikat-malaikat-Nya.

  • Iman kepada kitab-kitab-Nya

    Kitab-kitab suci adalah wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada para nabi dan rasul-Nya. Kitab-kitab suci berisi perintah dan larangan Allah SWT, kisah-kisah para nabi dan rasul, serta janji-janji Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. Kitab-kitab suci yang wajib diimani oleh umat Islam adalah Al-Qur’an, Taurat, Zabur, dan Injil. Iman kepada kitab-kitab Allah SWT merupakan konsekuensi dari iman kepada Allah SWT dan malaikat-malaikat-Nya. Jika seseorang beriman kepada Allah SWT dan malaikat-malaikat-Nya, maka ia pasti akan beriman kepada kitab-kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT.

  • Iman kepada rasul-rasul-Nya

    Rasul adalah manusia pilihan Allah SWT yang diberi wahyu untuk disampaikan kepada umat manusia. Rasul bertugas untuk mengajarkan agama Allah SWT kepada manusia, membimbing manusia ke jalan yang benar, dan menyampaikan kabar gembira dan peringatan kepada manusia. Rasul-rasul yang wajib diimani oleh umat Islam adalah Nabi Muhammad SAW, Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS, dan masih banyak rasul lainnya. Iman kepada rasul-rasul Allah SWT merupakan konsekuensi dari iman kepada Allah SWT, malaikat-malaikat-Nya, dan kitab-kitab-Nya. Jika seseorang beriman kepada Allah SWT, malaikat-malaikat-Nya, dan kitab-kitab-Nya, maka ia pasti akan beriman kepada rasul-rasul yang diutus oleh Allah SWT.

Demikian seterusnya, iman kepada hari akhir dan iman kepada qada dan qadar juga merupakan konsekuensi dari iman kepada Allah SWT, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. Keenam rukun iman tersebut saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Jika seseorang tidak beriman kepada salah satu rukun iman, maka ia tidak dapat dikatakan sebagai muslim yang sejati.

Tidak dapat dipisahkan

Rukun iman tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Artinya, jika seseorang tidak beriman kepada salah satu rukun iman, maka ia tidak dapat dikatakan sebagai muslim yang sejati. Hal ini karena rukun iman saling berkaitan dan saling mendukung. Iman kepada Allah SWT adalah dasar dari semua rukun iman lainnya. Jika seseorang tidak beriman kepada Allah SWT, maka ia tidak akan dapat beriman kepada malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan qada dan qadar. Demikian seterusnya, iman kepada malaikat-malaikat Allah SWT merupakan konsekuensi dari iman kepada Allah SWT. Iman kepada kitab-kitab Allah SWT merupakan konsekuensi dari iman kepada Allah SWT dan malaikat-malaikat-Nya. Iman kepada rasul-rasul Allah SWT merupakan konsekuensi dari iman kepada Allah SWT, malaikat-malaikat-Nya, dan kitab-kitab-Nya. Iman kepada hari akhir dan iman kepada qada dan qadar juga merupakan konsekuensi dari iman kepada Allah SWT, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya.

Ada beberapa alasan mengapa rukun iman tidak dapat dipisahkan. Pertama, rukun iman bersumber dari wahyu Allah SWT. Rukun iman diajarkan oleh Allah SWT melalui para nabi dan rasul-Nya. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, berimanlah kepada Allah, rasul-rasul-Nya, kitab-kitab-Nya, malaikat-malaikat-Nya, hari kemudian, dan takdir yang baik dan yang buruk. Barangsiapa yang mengingkari Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan takdir yang baik dan buruk, maka sesungguhnya ia telah sesat sejauh-jauhnya.” (QS. An-Nisa: 136).

Kedua, rukun iman sesuai dengan akal sehat. Rukun iman tidak bertentangan dengan akal sehat manusia. Seorang muslim yang berakal sehat pasti akan mengakui keberadaan Allah SWT, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan qada dan qadar. Misalnya, seorang muslim yang berakal sehat pasti akan mengakui bahwa alam semesta ini tidak mungkin terjadi dengan sendirinya. Pasti ada pencipta yang menciptakan alam semesta ini. Pencipta alam semesta tersebut adalah Allah SWT.

Ketiga, rukun iman membawa manfaat bagi kehidupan manusia. Iman kepada rukun iman akan membuat seorang muslim menjadi pribadi yang lebih baik. Seorang muslim yang beriman kepada Allah SWT akan selalu bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diterimanya. Seorang muslim yang beriman kepada malaikat-malaikat-Nya akan selalu berhati-hati dalam bertindak dan berkata-kata. Seorang muslim yang beriman kepada kitab-kitab-Nya akan selalu membaca dan mempelajari Al-Qur’an dan kitab-kitab suci lainnya. Seorang muslim yang beriman kepada rasul-rasul-Nya akan selalu mengikuti sunnah dan mendengarkan nasihat mereka. Seorang muslim yang beriman kepada hari akhir akan selalu mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian dan kehidupan setelah kematian. Seorang muslim yang beriman kepada qada dan qadar akan selalu menerima ketentuan Allah SWT dengan lapang dada.

Oleh karena itu, rukun iman tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Rukun iman bersumber dari wahyu Allah SWT, sesuai dengan akal sehat, dan membawa manfaat bagi kehidupan manusia. Jika seseorang tidak beriman kepada salah satu rukun iman, maka ia tidak dapat dikatakan sebagai muslim yang sejati.

Pondasi dasar agama Islam

Rukun iman merupakan pondasi dasar agama Islam. Artinya, rukun iman menjadi dasar bagi seluruh ajaran dan praktik agama Islam. Seseorang yang tidak beriman kepada rukun iman, maka ia tidak dapat dikatakan sebagai muslim yang sejati. Rukun iman menjadi landasan bagi seorang muslim dalam menjalankan hidupnya. Rukun iman juga menjadi sumber kekuatan dan motivasi bagi seorang muslim dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

  • Meneguhkan keyakinan kepada Allah SWT

    Rukun iman yang pertama adalah iman kepada Allah SWT. Iman kepada Allah SWT merupakan dasar dari semua rukun iman lainnya. Jika seseorang tidak beriman kepada Allah SWT, maka ia tidak akan dapat beriman kepada malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan qada dan qadar. Iman kepada Allah SWT meneguhkan keyakinan seorang muslim bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah. Allah SWT adalah pencipta dan penguasa alam semesta. Dialah yang menciptakan manusia dan segala isinya. Dialah yang mengatur kehidupan dan kematian manusia. Dialah yang menentukan rezeki dan jodoh manusia. Dialah yang akan memberikan balasan kepada manusia atas perbuatannya di dunia ini dan di akhirat nanti.

  • Menanamkan akhlak mulia

    Rukun iman yang kedua adalah iman kepada malaikat-malaikat Allah SWT. Malaikat adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang terbuat dari cahaya. Malaikat tidak memiliki nafsu dan hawa nafsu seperti manusia. Malaikat selalu taat kepada Allah SWT dan tidak pernah membangkang. Malaikat memiliki tugas-tugas tertentu yang diberikan oleh Allah SWT, seperti menyampaikan wahyu kepada para nabi dan rasul, mencabut nyawa manusia, dan menjaga pintu-pintu surga dan neraka. Iman kepada malaikat-malaikat Allah SWT akan menanamkan akhlak mulia dalam diri seorang muslim. Seorang muslim yang beriman kepada malaikat-malaikat Allah SWT akan selalu berhati-hati dalam bertindak dan berkata-kata. Ia akan selalu berusaha untuk menjauhi perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT dan selalu berusaha untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang diperintahkan oleh Allah SWT.

  • Menjadikan Al-Qur’an dan sunnah sebagai pedoman hidup

    Rukun iman yang ketiga adalah iman kepada kitab-kitab Allah SWT. Kitab-kitab suci adalah wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada para nabi dan rasul-Nya. Kitab-kitab suci berisi perintah dan larangan Allah SWT, kisah-kisah para nabi dan rasul, serta janji-janji Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. Kitab-kitab suci yang wajib diimani oleh umat Islam adalah Al-Qur’an, Taurat, Zabur, dan Injil. Iman kepada kitab-kitab Allah SWT akan menjadikan Al-Qur’an dan sunnah sebagai pedoman hidup seorang muslim. Seorang muslim yang beriman kepada kitab-kitab Allah SWT akan selalu membaca dan mempelajari Al-Qur’an dan kitab-kitab suci lainnya. Ia akan menjadikan Al-Qur’an dan sunnah sebagai sumber hukum dan pedoman dalam hidupnya.

  • Mentaati rasul-rasul Allah SWT

    Rukun iman yang keempat adalah iman kepada rasul-rasul Allah SWT. Rasul adalah manusia pilihan Allah SWT yang diberi wahyu untuk disampaikan kepada umat manusia. Rasul bertugas untuk mengajarkan agama Allah SWT kepada manusia, membimbing manusia ke jalan yang benar, dan menyampaikan kabar gembira dan peringatan kepada manusia. Rasul-rasul yang wajib diimani oleh umat Islam adalah Nabi Muhammad SAW, Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS, dan masih banyak rasul lainnya. Iman kepada rasul-rasul Allah SWT akan membuat seorang muslim selalu mentaati perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Seorang muslim yang beriman kepada rasul-rasul Allah SWT akan selalu mengikuti sunnah dan mendengarkan nasihat mereka.

Demikian seterusnya, iman kepada hari akhir dan iman kepada qada dan qadar juga merupakan pondasi dasar agama Islam. Keenam rukun iman tersebut saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Rukun iman menjadi dasar bagi seorang muslim dalam menjalankan hidupnya. Rukun iman juga menjadi sumber kekuatan dan motivasi bagi seorang muslim dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.