Sholat Istisqo, Cara Mengharapkan Turunnya Hujan

Dalam ajaran Islam, terdapat beberapa jenis sholat sunnah yang dapat dikerjakan pada waktu-waktu tertentu, salah satunya adalah sholat istisqo. Sholat istisqo adalah sholat sunnah yang dikerjakan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan.

Sholat istisqo dapat dikerjakan secara berjamaah maupun sendirian. Tata cara sholat istisqo hampir sama dengan sholat sunnah lainnya, namun terdapat beberapa perbedaan. Perbedaannya terletak pada niat dan doa yang dibaca.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah tata cara sholat istisqo.

Sholat Istisqo

Berikut adalah 5 poin penting tentang sholat istisqo:

  • Dikerjakan untuk memohon hujan.
  • Dapat dilakukan berjamaah atau sendirian.
  • Tata cara mirip sholat sunnah lainnya.
  • Perbedaan pada niat dan doa.
  • Disunnahkan pada saat kemarau.

Sholat istisqo termasuk dalam kategori sholat sunnah muakkadah, yaitu sholat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Sholat ini disunnahkan untuk dikerjakan pada saat musim kemarau panjang, ketika hujan tidak kunjung turun.

Dikerjakan untuk memohon hujan.

Sholat istisqo dikerjakan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan. Hujan merupakan salah satu nikmat Allah SWT yang sangat penting bagi kehidupan di bumi. Hujan mengairi sawah, ladang, dan kebun, sehingga petani dapat bercocok tanam. Hujan juga mengisi sungai, danau, dan waduk, sehingga masyarakat memiliki persediaan air bersih. Selain itu, hujan juga dapat menyegarkan udara dan menurunkan suhu.

  • Sebagai bentuk ikhtiar.

    Sholat istisqo merupakan salah satu bentuk ikhtiar manusia untuk mendapatkan hujan. Dengan sholat istisqo, manusia menunjukkan kepada Allah SWT bahwa mereka telah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan hujan, namun mereka tetap membutuhkan pertolongan Allah SWT.

  • Menunjukkan kepasrahan kepada Allah SWT.

    Sholat istisqo juga merupakan bentuk kepasrahan manusia kepada Allah SWT. Dengan sholat istisqo, manusia mengakui bahwa hanya Allah SWT yang berkuasa menurunkan hujan. Manusia tidak dapat memaksa hujan untuk turun, namun mereka dapat berdoa kepada Allah SWT dan memohon agar hujan diturunkan.

  • Mempererat hubungan antara manusia dan Allah SWT.

    Sholat istisqo dapat mempererat hubungan antara manusia dan Allah SWT. Ketika manusia sholat istisqo, mereka sedang berkomunikasi dengan Allah SWT. Mereka memanjatkan doa dan harapan kepada Allah SWT. Allah SWT pun mendengarkan doa-doa tersebut dan mengabulkannya sesuai dengan kehendak-Nya.

  • Sebagai bentuk syukur.

    Sholat istisqo juga dapat menjadi bentuk syukur kepada Allah SWT. Ketika hujan turun setelah sholat istisqo dikerjakan, maka itu merupakan tanda bahwa Allah SWT telah mengabulkan doa-doa manusia. Sebagai bentuk syukur, manusia dapat mengerjakan sholat istisqo lagi dan memanjatkan doa-doa lainnya kepada Allah SWT.

Demikianlah penjelasan tentang poin “Dikerjakan untuk memohon hujan” terkait dengan sholat istisqo. Semoga bermanfaat.

Dapat dilakukan berjamaah atau sendirian.

Sholat istisqo dapat dikerjakan secara berjamaah atau sendirian. Jika dikerjakan secara berjamaah, maka imam sholat istisqo haruslah seorang laki-laki yang sudah baligh dan berakal sehat. Sedangkan makmumnya boleh laki-laki atau perempuan, asalkan sudah baligh dan berakal sehat.

  • Sholat istisqo berjamaah lebih utama.

    Sholat istisqo berjamaah lebih utama daripada sholat istisqo sendirian. Hal ini berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Dalam hadits tersebut, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sholat istisqo berjamaah lebih utama daripada sholat istisqo sendirian.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Tata cara sholat istisqo berjamaah sama dengan sholat sunnah berjamaah lainnya.

    Tata cara sholat istisqo berjamaah sama dengan sholat sunnah berjamaah lainnya. Perbedaannya terletak pada niat dan doa yang dibaca.

  • Jika tidak memungkinkan untuk sholat istisqo berjamaah, maka boleh dikerjakan sendirian.

    Jika tidak memungkinkan untuk sholat istisqo berjamaah, maka boleh dikerjakan sendirian. Tata cara sholat istisqo sendirian sama dengan sholat sunnah sendirian lainnya. Perbedaannya terletak pada niat dan doa yang dibaca.

  • Baik sholat istisqo berjamaah maupun sendirian, keduanya sama-sama sah.

    Baik sholat istisqo berjamaah maupun sendirian, keduanya sama-sama sah. Yang terpenting adalah sholat istisqo dikerjakan dengan niat yang ikhlas dan benar.

Demikianlah penjelasan tentang poin “Dapat dilakukan berjamaah atau sendirian” terkait dengan sholat istisqo. Semoga bermanfaat.

Tata cara mirip sholat sunnah lainnya.

Tata cara sholat istisqo mirip dengan tata cara sholat sunnah lainnya. Berikut ini adalah tata cara sholat istisqo secara umum:

  • Niat.

    Niat sholat istisqo adalah untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan. Niat tersebut diucapkan dalam hati sebelum memulai sholat.

  • Takbiratul ihram.

    Setelah niat, dilanjutkan dengan takbiratul ihram. Takbiratul ihram diucapkan dengan mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan telinga, sambil mengucapkan “Allahu Akbar”.

  • Membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek.

    Setelah takbiratul ihram, dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek lainnya. Surat pendek yang dibaca bisa surat Al-Ikhlas, surat Al-Falaq, atau surat An-Nas.

  • Ruku’.

    Setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek, dilanjutkan dengan ruku’. Ruku’ dilakukan dengan membungkukkan badan hingga punggung sejajar dengan kepala. Dalam posisi ruku’, bacalah doa ruku’.

  • I’tidal.

    Setelah ruku’, dilanjutkan dengan i’tidal. I’tidal dilakukan dengan berdiri tegak seperti posisi awal. Dalam posisi i’tidal, bacalah doa i’tidal.

  • Sujud.

    Setelah i’tidal, dilanjutkan dengan sujud. Sujud dilakukan dengan meletakkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki di lantai. Dalam posisi sujud, bacalah doa sujud.

  • Duduk di antara dua sujud.

    Setelah sujud pertama, dilanjutkan dengan duduk di antara dua sujud. Dalam posisi duduk di antara dua sujud, bacalah doa duduk di antara dua sujud.

  • Sujud kedua.

    Setelah duduk di antara dua sujud, dilanjutkan dengan sujud kedua. Tata cara sujud kedua sama dengan sujud pertama.

  • Tasyahud akhir.

    Setelah sujud kedua, dilanjutkan dengan tasyahud akhir. Tasyahud akhir dilakukan dengan duduk seperti posisi duduk di antara dua sujud. Dalam posisi tasyahud akhir, bacalah doa tasyahud akhir.

  • Salam.

    Setelah tasyahud akhir, dilanjutkan dengan salam. Salam dilakukan dengan menoleh ke kanan dan ke kiri sambil mengucapkan “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”.

Demikianlah penjelasan tentang poin “Tata cara mirip sholat sunnah lainnya” terkait dengan sholat istisqo. Semoga bermanfaat.

Perbedaan pada niat dan doa.

Perbedaan antara sholat istisqo dan sholat sunnah lainnya terletak pada niat dan doa yang dibaca. Berikut ini adalah perbedaan niat dan doa sholat istisqo:

  • Niat.

    Niat sholat istisqo adalah untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan. Sedangkan niat sholat sunnah lainnya berbeda-beda, tergantung pada jenis sholat sunnah yang dikerjakan.

  • Doa iftitah.

    Pada saat takbiratul ihram, bacaan doa iftitah pada sholat istisqo berbeda dengan doa iftitah pada sholat sunnah lainnya. Doa iftitah pada sholat istisqo adalah sebagai berikut:

    اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ وَعَطَائِكَ، فَإِنَّكَ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu sebagian dari karunia-Mu, rahmat-Mu, dan pemberian-Mu. Sungguh, Engkaulah yang memiliki karunia yang agung.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Doa qunut.

    Pada saat i’tidal setelah ruku’, pada sholat istisqo terdapat doa qunut yang tidak terdapat pada sholat sunnah lainnya. Doa qunut pada sholat istisqo adalah sebagai berikut:

    اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَنْتَ الْغَنِيُّ وَنَحْنُ الْفُقَرَاءُ أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ وَاجْعَلْهُ رَحْمَةً وَلا تَجْعَلْهُ عَذَابًا

    Artinya: “Ya Allah, Engkaulah raja, tidak ada tuhan selain Engkau. Engkaulah yang Maha Kaya dan kami adalah orang-orang yang fakir. Turunkanlah hujan kepada kami dan jadikanlah hujan itu sebagai rahmat. Janganlah Engkau jadikan hujan itu sebagai azab.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Doa setelah salam.

    Setelah salam, pada sholat istisqo terdapat doa penutup yang tidak terdapat pada sholat sunnah lainnya. Doa penutup pada sholat istisqo adalah sebagai berikut:

    اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَنْتَ الْغَنِيُّ وَنَحْنُ الْفُقَرَاءُ أَنْتَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ أَنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ عَاجِلًا غير آجِلٍ

    Artinya: “Ya Allah, Engkaulah raja, tidak ada tuhan selain Engkau. Engkaulah yang Maha Kaya dan kami adalah orang-orang yang fakir. Engkaulah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat, tidak merugikan, segera, dan tidak tertunda.” (HR. Abu Daud)

Demikianlah penjelasan tentang poin “Perbedaan pada niat dan doa” terkait dengan sholat istisqo. Semoga bermanfaat.

Disunnahkan pada saat kemarau.

Sholat istisqo disunnahkan untuk dikerjakan pada saat kemarau. Kemarau adalah kondisi ketika hujan tidak turun dalam waktu yang lama. Hal ini dapat menyebabkan kekeringan, gagal panen, dan berbagai macam masalah lainnya.

  • Sebagai bentuk ikhtiar.

    Sholat istisqo pada saat kemarau merupakan salah satu bentuk ikhtiar manusia untuk mendapatkan hujan. Dengan sholat istisqo, manusia menunjukkan kepada Allah SWT bahwa mereka telah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan hujan, namun mereka tetap membutuhkan pertolongan Allah SWT.

  • Menunjukkan kepasrahan kepada Allah SWT.

    Sholat istisqo pada saat kemarau juga merupakan bentuk kepasrahan manusia kepada Allah SWT. Dengan sholat istisqo, manusia mengakui bahwa hanya Allah SWT yang berkuasa menurunkan hujan. Manusia tidak dapat memaksa hujan untuk turun, namun mereka dapat berdoa kepada Allah SWT dan memohon agar hujan diturunkan.

  • Mempererat hubungan antara manusia dan Allah SWT.

    Sholat istisqo pada saat kemarau dapat mempererat hubungan antara manusia dan Allah SWT. Ketika manusia sholat istisqo, mereka sedang berkomunikasi dengan Allah SWT. Mereka memanjatkan doa dan harapan kepada Allah SWT. Allah SWT pun mendengarkan doa-doa tersebut dan mengabulkannya sesuai dengan kehendak-Nya.

  • Sebagai bentuk syukur.

    Jika hujan turun setelah sholat istisqo dikerjakan, maka itu merupakan tanda bahwa Allah SWT telah mengabulkan doa-doa manusia. Sebagai bentuk syukur, manusia dapat mengerjakan sholat istisqo lagi dan memanjatkan doa-doa lainnya kepada Allah SWT.

Demikianlah penjelasan tentang poin “Disunnahkan pada saat kemarau” terkait dengan sholat istisqo. Semoga bermanfaat.