Selasa , Februari 27 2024

Pengertian Supervisi dan Beberapa Hal Yang Perlu Diketahui!

Dalam dunia kerja, supervisi adalah suatu proses pengamatan dan pembimbingan yang dilakukan oleh seorang atasan atau supervisor terhadap bawahannya. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh bawahan tersebut sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan untuk membantu bawahan tersebut dalam mengembangkan keterampilan dan pengetahuannya. Supervisi juga dapat berfungsi sebagai alat untuk mengukur kinerja bawahan dan untuk memberikan umpan balik kepada bawahan tersebut.

Supervisi dapat dilakukan dengan berbagai cara, tergantung pada jenis pekerjaan dan lingkungan kerja. Beberapa cara supervisi yang umum dilakukan antara lain:

Dalam beberapa artikel berikutnya, kita akan membahas lebih dalam tentang supervisi, termasuk tujuan, jenis, dan metode supervisi, serta peran supervisor dalam organisasi. Kita juga akan membahas tentang tantangan yang dihadapi oleh supervisor dan bagaimana cara mengatasinya. Jadi, tetaplah bersama kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang supervisi!

supervisi adalah

Proses pengamatan dan pembimbingan atasan ke bawahan.

  • Memastikan standar kerja terpenuhi
  • Mengembangkan keterampilan bawahan
  • Mengukur kinerja bawahan
  • Memberikan umpan balik
  • Dapat dilakukan dengan berbagai cara
  • Tergantung jenis pekerjaan dan lingkungan
  • Peran penting dalam organisasi

Dengan supervisi yang baik, organisasi dapat berjalan lebih efektif dan efisien, dan tujuan organisasi dapat tercapai dengan lebih cepat.

Memastikan standar kerja terpenuhi

Salah satu tujuan utama supervisi adalah untuk memastikan bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh bawahan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Hal ini penting untuk menjaga kualitas pekerjaan dan untuk memastikan bahwa organisasi berjalan dengan lancar.

Untuk memastikan standar kerja terpenuhi, supervisor dapat melakukan beberapa hal berikut:

  1. Menetapkan standar kerja yang jelas dan terukur. Standar kerja harus spesifik, dapat diukur, dapat dicapai, relevan, dan memiliki batas waktu yang jelas. Dengan demikian, bawahan akan mengetahui dengan jelas apa yang diharapkan dari mereka dan bagaimana mereka akan dinilai.
  2. Melakukan pengawasan secara berkala. Supervisor harus secara berkala memantau pekerjaan bawahan untuk memastikan bahwa pekerjaan tersebut sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Pengawasan dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti melalui observasi langsung, pemeriksaan hasil kerja, atau diskusi dengan bawahan.
  3. Memberikan umpan balik kepada bawahan. Supervisor harus memberikan umpan balik kepada bawahan tentang kinerja mereka. Umpan balik harus spesifik, tepat waktu, dan konstruktif. Umpan balik yang baik dapat membantu bawahan untuk memperbaiki kinerja mereka dan untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka.
  4. Mengambil tindakan korektif jika diperlukan. Jika supervisor menemukan bahwa pekerjaan bawahan tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, maka supervisor harus mengambil tindakan korektif. Tindakan korektif dapat berupa teguran, peringatan, atau bahkan pemecatan.

Dengan memastikan standar kerja terpenuhi, supervisor dapat membantu organisasi untuk mencapai tujuannya dan untuk menjaga kualitas pekerjaan.

Selain memastikan standar kerja terpenuhi, supervisi juga dapat berfungsi sebagai alat untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan bawahan, untuk mengukur kinerja bawahan, dan untuk memberikan umpan balik kepada bawahan.

Mengembangkan keterampilan bawahan

Selain memastikan standar kerja terpenuhi, supervisi juga dapat berfungsi untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan bawahan. Hal ini penting untuk menjaga produktivitas dan kualitas pekerjaan bawahan, serta untuk mempersiapkan mereka untuk promosi ke posisi yang lebih tinggi.

  • Memberikan pelatihan dan pengembangan. Supervisor harus memberikan pelatihan dan pengembangan kepada bawahan untuk membantu mereka meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka. Pelatihan dan pengembangan dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti kursus, seminar, lokakarya, atau magang.
  • Memberikan kesempatan untuk belajar dan berkembang. Supervisor harus memberikan kesempatan kepada bawahan untuk belajar dan berkembang. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan tugas-tugas yang menantang, memberikan tanggung jawab yang lebih besar, atau memberikan kesempatan untuk bekerja sama dengan rekan kerja yang lebih berpengalaman.
  • Memberikan umpan balik yang konstruktif. Supervisor harus memberikan umpan balik yang konstruktif kepada bawahan tentang kinerja mereka. Umpan balik yang baik dapat membantu bawahan untuk mengidentifikasi area-area yang perlu ditingkatkan dan untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka.
  • Menciptakan lingkungan kerja yang mendukung. Supervisor harus menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pengembangan keterampilan dan pengetahuan bawahan. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan dukungan moral, memberikan sumber daya yang dibutuhkan, dan memberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi ide.

Dengan mengembangkan keterampilan dan pengetahuan bawahan, supervisor dapat membantu organisasi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas pekerjaan, serta untuk mempersiapkan bawahan untuk promosi ke posisi yang lebih tinggi.

Mengukur kinerja bawahan

Salah satu fungsi penting supervisi adalah untuk mengukur kinerja bawahan. Pengukuran kinerja bawahan dapat dilakukan dengan berbagai cara, tergantung pada jenis pekerjaan dan lingkungan kerja. Beberapa cara umum untuk mengukur kinerja bawahan antara lain:

  • Menetapkan sasaran kerja. Supervisor harus menetapkan sasaran kerja yang jelas dan terukur untuk bawahan. Sasaran kerja harus spesifik, dapat diukur, dapat dicapai, relevan, dan memiliki batas waktu yang jelas. Dengan demikian, supervisor dapat menilai kinerja bawahan berdasarkan pencapaian sasaran kerja tersebut.
  • Melakukan penilaian kinerja secara berkala. Supervisor harus melakukan penilaian kinerja bawahan secara berkala, misalnya setiap bulan, setiap triwulan, atau setiap tahun. Penilaian kinerja dapat dilakukan dengan berbagai metode, seperti observasi langsung, pemeriksaan hasil kerja, atau diskusi dengan bawahan. Supervisor harus memberikan umpan balik kepada bawahan tentang hasil penilaian kinerja mereka.
  • Menggunakan sistem manajemen kinerja. Banyak organisasi menggunakan sistem manajemen kinerja untuk mengukur dan mengelola kinerja bawahan. Sistem manajemen kinerja biasanya mencakup penetapan sasaran kerja, penilaian kinerja, dan pemberian umpan balik. Sistem manajemen kinerja dapat membantu supervisor untuk mengukur kinerja bawahan secara lebih objektif dan konsisten.
  • Memperhatikan perilaku bawahan. Supervisor harus memperhatikan perilaku bawahan, baik di dalam maupun di luar jam kerja. Perilaku bawahan dapat mencerminkan kinerja mereka dan dapat menjadi indikator potensi masalah. Misalnya, jika seorang bawahan sering datang terlambat atau tidak masuk kerja tanpa alasan, hal tersebut dapat menjadi indikator bahwa kinerja mereka sedang menurun.

Dengan mengukur kinerja bawahan, supervisor dapat mengidentifikasi bawahan yang berkinerja baik dan yang berkinerja buruk. Supervisor juga dapat memberikan umpan balik kepada bawahan tentang kinerja mereka dan membantu mereka untuk meningkatkan kinerja mereka. Selain itu, pengukuran kinerja bawahan dapat digunakan untuk membuat keputusan tentang promosi, kenaikan gaji, dan pemutusan hubungan kerja.

Memberikan umpan balik

Salah satu fungsi penting supervisi adalah memberikan umpan balik kepada bawahan. Umpan balik adalah informasi yang diberikan kepada bawahan tentang kinerja mereka. Umpan balik dapat bersifat positif atau negatif, dan dapat diberikan secara formal atau informal.

  • Memberikan umpan balik yang spesifik. Umpan balik yang spesifik akan lebih berguna bagi bawahan daripada umpan balik yang umum. Misalnya, daripada mengatakan “Kamu melakukan pekerjaan dengan baik,” lebih baik mengatakan “Saya menghargai kerja kerasmu dalam menyelesaikan proyek tepat waktu dan sesuai dengan anggaran.”
  • Memberikan umpan balik yang tepat waktu. Umpan balik yang tepat waktu akan lebih efektif daripada umpan balik yang diberikan lama setelah pekerjaan selesai. Misalnya, jika seorang bawahan melakukan kesalahan, lebih baik memberikan umpan balik segera setelah kesalahan tersebut terjadi, daripada menunggu sampai akhir minggu atau akhir bulan.
  • Memberikan umpan balik yang konstruktif. Umpan balik yang konstruktif akan membantu bawahan untuk memperbaiki kinerja mereka. Umpan balik yang konstruktif harus fokus pada perilaku atau kinerja yang perlu diperbaiki, dan harus memberikan saran tentang bagaimana bawahan dapat memperbaiki diri. Misalnya, daripada mengatakan “Kamu tidak kompeten,” lebih baik mengatakan “Saya melihat kamu kesulitan dalam menyelesaikan tugas tepat waktu. Mungkin kamu perlu mencoba teknik manajemen waktu yang berbeda.”
  • Memberikan umpan balik secara pribadi. Umpan balik sebaiknya diberikan secara pribadi, bukan di depan umum. Memberikan umpan balik di depan umum dapat membuat bawahan merasa malu atau tidak nyaman, dan dapat merusak hubungan antara supervisor dan bawahan.

Dengan memberikan umpan balik yang efektif, supervisor dapat membantu bawahan untuk meningkatkan kinerja mereka, mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka, dan mencapai tujuan mereka. Umpan balik yang efektif juga dapat membantu supervisor untuk membangun hubungan yang kuat dengan bawahan mereka dan menciptakan lingkungan kerja yang positif dan produktif.

Dapat dilakukan dengan berbagai cara

Supervisi dapat dilakukan dengan berbagai cara, tergantung pada jenis pekerjaan dan lingkungan kerja. Beberapa cara umum untuk melakukan supervisi antara lain:

  1. Observasi langsung. Supervisor dapat mengamati bawahan secara langsung untuk melihat bagaimana mereka bekerja. Observasi langsung dapat dilakukan di tempat kerja, di kantor, atau di lapangan. Supervisor dapat mengamati bagaimana bawahan menyelesaikan tugas, bagaimana mereka berinteraksi dengan pelanggan atau klien, dan bagaimana mereka bekerja sama dengan rekan kerja mereka.
  2. Pemeriksaan hasil kerja. Supervisor dapat memeriksa hasil kerja bawahan untuk melihat apakah pekerjaan tersebut telah selesai dengan baik dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Pemeriksaan hasil kerja dapat dilakukan dengan memeriksa laporan, dokumen, atau produk yang dihasilkan oleh bawahan.
  3. Diskusi dengan bawahan. Supervisor dapat melakukan diskusi dengan bawahan untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan mereka dan untuk memberikan umpan balik. Diskusi dapat dilakukan secara formal, seperti dalam rapat kinerja, atau secara informal, seperti dalam obrolan sehari-hari. Supervisor dapat menanyakan kepada bawahan tentang pekerjaan mereka, tentang kendala yang mereka hadapi, dan tentang saran mereka untuk meningkatkan kinerja.
  4. Penggunaan teknologi. Supervisor dapat menggunakan teknologi untuk membantu mereka dalam melakukan supervisi. Misalnya, supervisor dapat menggunakan perangkat lunak pelaporan untuk melacak kemajuan pekerjaan bawahan, atau mereka dapat menggunakan sistem manajemen kinerja untuk memberikan umpan balik kepada bawahan secara elektronik.

Dengan menggunakan berbagai cara supervisi, supervisor dapat mendapatkan informasi yang mereka butuhkan untuk memastikan bahwa pekerjaan bawahan selesai dengan baik dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Supervisor juga dapat menggunakan supervisi untuk membantu bawahan mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka, untuk meningkatkan kinerja mereka, dan untuk mencapai tujuan mereka.

Tergantung jenis pekerjaan dan lingkungan

Cara supervisi yang digunakan akan tergantung pada jenis pekerjaan dan lingkungan kerja. Misalnya, supervisor yang mengawasi pekerja pabrik akan menggunakan cara supervisi yang berbeda dengan supervisor yang mengawasi pekerja kantoran. Supervisor yang mengawasi pekerja lapangan akan menggunakan cara supervisi yang berbeda dengan supervisor yang mengawasi pekerja di kantor pusat.

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi cara supervisi antara lain:

  • Jenis pekerjaan. Pekerjaan tertentu mungkin memerlukan supervisi yang lebih ketat daripada pekerjaan lainnya. Misalnya, pekerjaan yang berbahaya atau yang melibatkan penanganan uang atau informasi sensitif mungkin memerlukan supervisi yang lebih ketat daripada pekerjaan yang tidak berbahaya dan tidak melibatkan penanganan uang atau informasi sensitif.
  • Lingkungan kerja. Lingkungan kerja juga dapat mempengaruhi cara supervisi. Misalnya, supervisor yang mengawasi pekerja di lingkungan kerja yang嘈杂 dan kacau mungkin perlu menggunakan cara supervisi yang berbeda dengan supervisor yang mengawasi pekerja di lingkungan kerja yang tenang dan teratur.
  • Jumlah bawahan. Jumlah bawahan yang diawasi oleh seorang supervisor juga dapat mempengaruhi cara supervisi. Supervisor yang mengawasi banyak bawahan mungkin perlu menggunakan cara supervisi yang berbeda dengan supervisor yang mengawasi sedikit bawahan.
  • Keterampilan dan pengalaman bawahan. Keterampilan dan pengalaman bawahan juga dapat mempengaruhi cara supervisi. Supervisor yang mengawasi bawahan yang memiliki keterampilan dan pengalaman yang tinggi mungkin perlu menggunakan cara supervisi yang berbeda dengan supervisor yang mengawasi bawahan yang memiliki keterampilan dan pengalaman yang rendah.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, supervisor dapat memilih cara supervisi yang paling tepat untuk situasi tertentu. Cara supervisi yang tepat dapat membantu supervisor untuk memastikan bahwa pekerjaan bawahan selesai dengan baik dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, serta membantu bawahan untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka, meningkatkan kinerja mereka, dan mencapai tujuan mereka.

Peran penting dalam organisasi

Supervisi memiliki peran penting dalam organisasi. Beberapa peran penting supervisi dalam organisasi antara lain:

  • Memastikan bahwa pekerjaan selesai dengan baik dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Supervisor bertanggung jawab untuk memastikan bahwa bawahan mereka menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Supervisor dapat melakukan hal ini dengan cara mengamati pekerjaan bawahan, memeriksa hasil kerja bawahan, dan memberikan umpan balik kepada bawahan.
  • Membantu bawahan untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka. Supervisor dapat membantu bawahan untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka dengan cara memberikan pelatihan, memberikan kesempatan untuk belajar dan berkembang, dan memberikan umpan balik yang konstruktif.
  • Meningkatkan kinerja bawahan. Supervisor dapat membantu bawahan untuk meningkatkan kinerja mereka dengan cara memberikan umpan balik yang konstruktif, memberikan dukungan dan motivasi, dan menciptakan lingkungan kerja yang positif dan produktif.
  • Mencapai tujuan organisasi. Supervisor dapat membantu organisasi untuk mencapai tujuannya dengan cara memastikan bahwa pekerjaan selesai dengan baik dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, membantu bawahan untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka, dan meningkatkan kinerja bawahan.

Dengan menjalankan peran-peran tersebut, supervisor dapat membantu organisasi untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan efisiensi kerja, serta mencapai tujuan-tujuan organisasi.

Oleh karena itu, supervisi merupakan salah satu fungsi penting dalam organisasi. Supervisor yang kompeten dan efektif dapat membantu organisasi untuk mencapai tujuannya dan meningkatkan kinerjanya.