Kamis , April 18 2024

"kehidupan Masyarakat Indonesia Pada Masa Demokrasi Parlementer Kehidupan

Kehidupan Masyarakat Indonesia Pada Masa Demokrasi Parlementer

Masa Demokrasi Parlementer adalah masa ketika Indonesia menggunakan Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS) 1950 sebagai undang-undang negara dan sistem pemerintahan parlementer. Masa ini berlangsung dari tahun 1950 hingga 1959.

Kehidupan masyarakat Indonesia pada masa Demokrasi Parlementer mengalami berbagai perubahan, baik dalam bidang sosial, ekonomi, maupun budaya. Perubahan-perubahan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Perkembangan politik yang ditandai dengan banyaknya partai politik yang bermunculan dan persaingan yang ketat di antara mereka.
  • Permasalahan ekonomi yang meliputi inflasi yang tinggi, kemiskinan, dan pengangguran.
  • Pengaruh budaya luar yang masuk ke Indonesia seiring dengan perkembangan globalisasi.

Kehidupan Sosial

Kehidupan sosial masyarakat Indonesia pada masa Demokrasi Parlementer mengalami perubahan yang cukup signifikan. Hal ini ditandai dengan semakin terbukanya masyarakat Indonesia terhadap pengaruh budaya luar.

Salah satu perubahan yang paling mencolok adalah perubahan dalam bidang pendidikan. Pada masa ini, jumlah sekolah dan perguruan tinggi meningkat pesat. Hal ini disebabkan oleh kesadaran masyarakat yang semakin tinggi akan pentingnya pendidikan.

Perubahan juga terjadi dalam bidang budaya. Pada masa ini, budaya-budaya baru dari luar mulai masuk ke Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya orang Indonesia yang mengenakan pakaian Barat, mendengarkan musik Barat, dan menonton film Barat.

Kehidupan Ekonomi

Kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia pada masa Demokrasi Parlementer mengalami berbagai masalah, antara lain:

  • Inflasi yang tinggi yang menyebabkan harga barang-barang kebutuhan pokok meningkat tajam.
  • Kemiskinan yang disebabkan oleh kesenjangan ekonomi yang semakin lebar.
  • Pengangguran yang disebabkan oleh kurangnya lapangan kerja.

Masalah-masalah ekonomi tersebut menyebabkan kehidupan masyarakat Indonesia menjadi semakin sulit. Banyak orang yang hidup dalam kemiskinan dan kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya.

Kehidupan Budaya

Kehidupan budaya masyarakat Indonesia pada masa Demokrasi Parlementer juga mengalami berbagai perubahan. Hal ini disebabkan oleh pengaruh budaya luar yang semakin kuat.

Salah satu perubahan yang paling mencolok adalah perubahan dalam bidang kesenian. Pada masa ini, kesenian-kesenian tradisional mulai ditinggalkan oleh masyarakat. Sebaliknya, kesenian-kesenian modern dari luar mulai menjadi populer.

Selain itu, perubahan juga terjadi dalam bidang kepercayaan. Pada masa ini, banyak orang Indonesia yang mulai memeluk agama-agama baru, seperti Kristen, Katolik, dan Protestan.

Kesimpulan

Kehidupan masyarakat Indonesia pada masa Demokrasi Parlementer mengalami berbagai perubahan, baik dalam bidang sosial, ekonomi, maupun budaya. Perubahan-perubahan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain perkembangan politik, permasalahan ekonomi, dan pengaruh budaya luar.