Bupati Garut : Seni Budaya Daerah adalah Akar Jati Diri Suatu Bangsa

By: Dinas Komunikasi dan Informatika
Jumat, 25 November 2022
Dibaca: 79

Bupati Garut : Seni Budaya Daerah adalah Akar Jati Diri Suatu Bangsa

GARUT, Tarogong Kidul - Staf Ahli Bupati Garut, Totong, atas nama Bupati Garut, membuka secara resmi Festival Seni Calung antar kecamatan se-Kabupaten Garut yang dilaksanakan di Art Center, Jalan Proklamasi, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (24/11/2022).

Acara yang diinisiasi oleh Paguyuban Seni Calung Garut (PSCG) dan bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Garut serta Dewan Kesenian Garut (DKG) ini diikuti oleh 20 tim yang berasal dari 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Garut.

Dalam kesempatan ini, Totong membacakan sambutan tertulis Bupati Garut, dimana  dalam sambutannya menyampaikan jika seni budaya adalah akar jati diri suatu bangsa yang syarat mengandung nilai-nilai filosofis tinggi.

"Karena sesungguhnya ekonomi kreatif kita di Indonesia berbasis budaya, sehingga menjadi pembeda dengan ekonomi kreatif lainnya dan tidak akan dijumpai di negara manapun kecuali di Indonesia khususnya di Jawa Barat," ujar Totong saat membacakan sambutan Bupati Garut.

Atas dasar itu, dalam rangka persaingan global, tidak ada pilihan lain kecuali semua pihak sebagai urang Sunda harus senantiasa komitmen terhadap pembinaan, pelestarian, dan pengembangan budaya daerah sebagai jati diri bangsa.

"Oleh karenanya kebijakan yang diambil pemerintah daerah dalam hal ini yaitu satu pembangunan kebudayaan berbasis budaya daerah merupakan upaya memperkokoh jati diri kepribadian bangsa dan pemanfaatan kebudayaan daerah yang bersumber pada budaya daerah ditujukan bagi kepentingan Pendidikan, ilmu pengetahuan, ekonomi, persatuan, serta kesatuan," imbuhnya.

Ia memaparkan dalam sektor kepariwisataan, kesenian merupakan daya tarik yang tak kalah pentingnya dari pesona alam. Pariwisata sendiri, lanjut Totong, tidak bisa dipisahkan dengan kesenian, karena keduanya saling berhubungan dan saling berkaitan antara satu dan lainnya.

"Ketika seni dikaitkan dengan pariwisata dan dimanfaatkan sebagai daya tarik wisatawan, maka seni dapat dijadikan sebagai komoditi, yang berarti dapat dijadikan atau dimanfaatkan untuk mendatangkan devisa bagia daerah setempat. Terlebih seni calung yang lebih bersifat komunikatif dan dapat menjadi media penyampaian pesan," paparnya.

Sehingga ia berharap melalui kegiatan Festival Seni Calung se-Kabupaten Garut ini akan melahirkan seniman dan aktivis seni yang memiliki kemampuan serta kreativitas yang unggul dan terlatih.

"Terutama punya loyalitas, dedikasi, dan motivasi untuk berperan aktif dalam "Ngarumat Tur Ngawarawat Oge Mekarkeun Seni Budaya Daerah"" harapnya.

Di tempat yang sama, Ketua PSCG, Endaj Kusnandar, menuturkan jika kegiatan pasanggiri Festival Seni Calung se-Kabupaten Garut ini dilaksanakan 2 tahun sekali di tahun genap, karena di tahun ganjil akan dilaksanakan pasanggiri tingkat provinsi.

"Selanjutnya dapat kami laporkan bahwa kegiatan pasanggiri tingkat kabupaten ini dilaksanakan 2 (dua) tahun sekali di tahun genap, sedangkan di tahun ganjil dilaksanakan pasanggiri tingkat provinsi, yang kedepan untuk di Kabupaten Garut akan diparalelkan dengan pasanggiri antar desa di tingkat kecamatan," tandasnya.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan pelantikan atau pengukuhan pengurus PSCG oleh Ketua DKG, Anting Irawan.


Beberapa aksi tim calung dari perwakilan kecamatan yang tampil di acara Festival Seni Calung antar kecamatan se-Kabupaten Garut yang dilaksanakan di Art Center, Jalan Proklamasi, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis (24/11/2022). (Foto : Dok. PSCG)

------------------------

Penulis : Muhamad Azi Zulhakim

Penyunting : Yanyan Agus Supianto




Komentar
Isi Komentar